EkonomiKutai TimurMitra

Jembatan Lembak Amblas Hingga Macet 1 Km, Wabup Mahyunadi Minta BPJN Bergerak Cepat

Korsa.id, Bengalon – Ujung Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, mengalami penurunan tajam yang menyebabkan permukaan jembatan tidak lagi sejajar dengan jalan pendekat.

Kondisi amblasnya fondasi jembatan yang telah berlangsung selama satu setengah bulan terakhir ini memicu kemacetan panjang hingga 1 kilometer pada jam-jam sibuk.

Situasi tersebut kian krusial lantaran Jembatan Lembak berdiri di atas jalur poros nasional utama yang menghubungkan Bengalon dengan wilayah pesisir seperti Kaliorang, Kaubun, Karangan, Sangkulirang, Sandaran, hingga jalan lintas menuju Kabupaten Berau.

Meski terdapat jalur alternatif via Desa Sepaso Selatan, ukurannya yang sempit, jauh, membelah permukiman warga, serta sebagian besar masih berupa jalan tanah membuatnya mustahil dilalui kendaraan bertonase besar terutama saat musim hujan.

Jika tak segera ditangani, amblasnya jembatan berisiko melumpuhkan total distribusi logistik dan roda ekonomi Kutim bagian timur.

Baca juga :Ā Wakil Bupati Pimpin Rapat Persiapan HUT RI dan HUT Kutim ke-27

Menanggapi keluhan warga dan potensi bahaya yang mengintai, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, turun langsung meninjau kondisi fisik jembatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bengalon, Sabtu (22/8/2026).

Di lokasi, Mahyunadi menegaskan bahwa persoalan batas kewenangan status jalan tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

“Meskipun jembatan ini bukan kewenangan kabupaten, masyarakat tidak mau tahu soal itu. Yang mereka lihat dan mereka sasar adalah pemerintah setempat. Itulah sebabnya saya langsung menghubungi Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dengan pihak provinsi, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN),” tegas Mahyunadi.

Mahyunadi meminta penanganan teknis dan perbaikan darurat segera dilakukan sebelum memakan korban jiwa.

Baca juga :Ā Subandi Soroti Jalan Nasional Samarinda-Bontang Rusak Parah, Minta Perbaikan Sesuai Beban

“Jangan sampai ada korban, kemudian pemerintah yang disalahkan karena kurang peduli dengan warganya. Kita harus kerjakan apa yang seharusnya bisa dikerjakan demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penurunan struktur jembatan ini butuh evaluasi dan uji teknis secepatnya dari instansi terkait.

“Ujung jembatan mengalami penurunan (settlement) yang menyebabkan permukaan jembatan tidak lagi sejajar dengan jalan pendekat. Kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebab dan tingkat kerusakan, sekaligus menentukan metode penanganan yang tepat,” jelas Mahyunadi.

Tingginya ketergantungan masyarakat pada infrastruktur vital ini dirasakan langsung oleh warga setempat. Mustamin, warga Desa Sepaso Selatan, menyebutkan bahwa antrean kendaraan kerap mengular panjang setiap harinya.

Baca juga :Ā Pemkab Kutim Bertemu BBPJN, Bahas Jalan Nasional

“Sudah sekitar satu setengah bulan penurunannya. Kalau pagi dan sore, saat jam-jam sibuk, kemacetannya bisa sampai sekitar satu kilometer,” ungkap Mustamin di lokasi.

Kehadiran Pemkab Kutim di lapangan diharapkan dapat mempercepat koordinasi dengan BPJN dan Kementerian PUPR agar perbaikan permanen segera direalisasikan, sehingga kelancaran arus transportasi lintas kabupaten ini kembali normal.

Baca Juga

Back to top button