Trisno Sebut Metodologi Penanganan Stunting Desa Singa Gembara Terbukti Berhasil dan Layak Direplikasi Nasional
Korsa.id, Sangatta – Penampilan Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuahkan pujian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Asisten Pemkesra Setkab Kutim sekaligus Plt Kepala DPMDes Kutim, Trisno, yang mendampingi langsung jalannya presentasi secara daring dari Ruang Rapat Kantor Diskominfo Staper Kutim pada Senin (24/8/2026), menegaskan bahwa strategi penanganan stunting yang diterapkan di desa tersebut terbukti berbasis fakta dan data konkret.
Trisno menggarisbawahi bahwa kesuksesan Desa Singa Gembara menekan angka stunting merupakan buah dari aksi nyata, bukan sekadar komitmen di atas kertas.
“Penurunan stunting bukan soal retorika, tetapi soal keyakinan yang diamalkan. Yang dilakukan Desa Singa Gembara adalah mengintegrasikan sumber daya keuangan, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya,” tegas Trisno.
Baca juga :Ā Naik Motor, Bupati Ardiansyah dan Forkopimda Kutim Keliling Pantau TPS
Trisno menguraikan bahwa penurunan stunting di Desa Singa Gembara tidak lepas dari penerapan metode kerja yang sistematis dan terstruktur. Efektivitas intervensi tersebut tecermin langsung pada angka penurunannya yang signifikan dalam kurun waktu setengah tahun.
“Kalau dengan metodologi yang bagus dan komitmen yang kuat, penurunan stunting itu bisa. Kita bicara data, bukan sekadar merasa turun atau tidak. Selama enam bulan, angkanya turun dari 20 persen lebih menjadi sekitar 16 persen,” terangnya.
Melihat tren positif ini, DPMDes Kutim optimistis bahwa pola intervensi terintegrasi yang digagas Desa Singa Gembara termasuk program andalan Dapur Stunting memiliki nilai strategis untuk diangkat ke skala yang lebih luas.
“Ini fakta yang berbicara. Berarti metodologi ini bisa berhasil. Harapan kita, kalau metode ini nanti dapat diterima di tingkat pusat, bisa menjadi salah satu model yang direplikasi untuk penurunan stunting di seluruh Indonesia,” tambah Trisno.
Baca juga :Ā Ketua DPRD PPU Raup Muin Tekankan Pentingnya Penanganan Stunting
Mengenai kans Desa Singa Gembara untuk mewakili Kaltim ke ajang nasional, Trisno menilai respons tim juri tingkat provinsi sangat positif terhadap substansi dan konsep program yang dibawakan.
“Kalau saya lihat dari respons juri tadi, peluangnya besar. Hanya saja kelemahannya adalah data yang disampaikan belum seluruhnya terkonfirmasi. Koreksinya mayoritas terkait kelengkapan data, bukan konsep programnya,” jelas Trisno.
Ia mengutarakan bahwa implementasi di lapangan sebenarnya jauh lebih kaya dibanding yang sempat dipaparkan. Beberapa inovasi lapangan unggulan seperti gerakan RT jemput bola hingga pengawalan warga ke Posyandu belum terekspos secara maksimal saat sesi penyampaian materi.
“Faktanya lebih baik daripada yang dipresentasikan. Ada Dapur Stunting, ada RT jemput bola, bahkan ada RT yang mengantarkan warga ke posyandu. Hanya saja belum tersampaikan secara sistematis,” tambahnya.
Baca juga :Ā Pemdes Teluk Dalam Berkomitmen Menangani Stunting Serta Pembangunan Infrastruktur
Sebagai bentuk dukungan penuh DPMDes Kutim, Trisno mendorong Pemdes Singa Gembara untuk mempertajam teknik komunikasi dan penyajian data agar siap melangkah mantap ke kancah nasional.
“Mudah-mudahan sampai nasional. Saya rasa yang perlu dipersiapkan adalah presentasinya, karena sebenarnya barangnya lebih baik, hanya belum terjual dengan baik,” pungkas Trisno. (Put/As)






