EntertainmentKutai TimurPariwaraRagam

Wabup Mahyunadi Dorong Ekonomi dan Pelestarian Sungai Lewat Lomba Mancing Udang Galah

Korsa.id, Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem Sungai Sangatta agar potensi ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya saat membuka secara resmi Lomba Memancing Udang Galah yang berlangsung di RT 44 Gang Majaj, Desa Sangatta Utara.

Di hadapan ratusan peserta, Mahyunadi menyebut bahwa keberadaan biota khas seperti udang galah bukan sekadar bahan ajang perlombaan, melainkan modal penting dalam membangun ekonomi sirkular berbasis lingkungan lokal.

“Ini bisa kita kembangkan menjadi ekonomi sirkular. Sungai kita jaga, habitat udang galah kita jaga, masyarakat mendapatkan manfaat ekonominya. Jadi bukan hanya hari ini kita datang memancing, tetapi bagaimana udang galah ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Mahyunadi.

Baca juga :Ā KM Barakuda Mati Mesin di Laut, 4 Pemancing Selamat Berkat Respon Cepat Polairud

Sebagai sosok yang juga menyalurkan hobi serta mencoba peruntungannya memancing di sungai, Mahyunadi menyoroti sejumlah masalah lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sangatta. Salah satunya adalah maraknya gulma enceng gondok yang berpotensi merusak habitat perairan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membersihkan enceng gondok yang ada di daerah aliran Sungai Sangatta. Jangan sampai sungai kita tertutup dan habitat udang galah terganggu. Kalau sungainya kita rawat, insyaallah udang galahnya juga bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para pemancing untuk mempraktikkan catch and release pada kriteria tertentu guna menjaga keberlanjutan populasi biota perairan tersebut.

“Yang kecil jangan diambil, yang bertelur juga harus kita rilis kembali. Kita harus berpikir bagaimana udang galah ini tetap ada dan berkembang. Kalau semua kita ambil, hari ini mungkin kita senang, tetapi ke depan anak cucu kita tidak lagi bisa menikmati potensi sungai ini,” tambah Wabup.

Baca juga :Ā Kapal Motor Tenggelam di Sungai Sempayau, 5 Pemacing Hilang

Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti, mengapresiasi dukungan dan arahan Wakil Bupati. Ia menjelaskan bahwa perlombaan ini dirancang sebagai ruang interaksi warga untuk mempererat tali silaturahmi.

“Kita ingin kegiatan ini bukan hanya soal siapa yang mendapatkan udang paling besar atau paling banyak. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa berkumpul, saling mengenal, dan mempererat hubungan. Dari sini kita juga berharap terbentuk komunitas pemancing yang bisa terus berkembang untuk peduli kebersihan sungai,” kata Mulyanti.

Perlombaan ini berlangsung meriah dengan total 200 peserta yang mengarungi perairan menggunakan 84 unit perahu serta 4 unit ponton. Panitia menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah dengan beragam kategori unik, di antaranya.

Baca juga :Ā Tim SAR Selamatkan 3 Pemancing yang Mesin Kapalnya Mati di Laut

Mulai dari tangkapan utama atau jackpot berupa udang galah capit biru dan capit kuning. Adapula kategori tangkapan terberat serta jumlah tangkapan terbanyak, serta kategori penilaian perahu hias terbaik.

Melalui kegiatan ini, potensi Sungai Sangatta berhasil diangkat sebagai sarana rekreasi, kebersamaan warga, sekaligus penguat pesan utama yang diusung Wabup Mahyunadi: bahwa pemanfaatan potensi alam harus senantiasa beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan. (Sy/As)

Baca Juga

Back to top button