DesaKutai TimurRagam

Pesona Festival Budaya UFAH Tarik Wisatawan Jerman

Korsa.id, Kongbeng – Pesona Festival Budaya UFAH 2026 di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur (Kutim), ternyata tidak hanya memikat masyarakat lokal.

Perhelatan adat Dayak Kayan tersebut juga sukses menyedot perhatian wisatawan mancanegara yang tengah menjelajahi keindahan Kalimantan Timur.

Salah satu wisatawan asing yang dibuat takjub adalah Birgit, turis asal Jerman. Ia bersama rombongannya sengaja singgah ke Miau Baru setelah mendapat informasi mengenai perhelatan budaya tersebut dari pemandu wisatanya.

Kekaguman Birgit terhadap kemeriahan dan keotentikan Festival UFAH bahkan membuatnya rela memotong durasi kunjungan di destinasi wisata lain demi menetap lebih lama di Desa Miau Baru.

Baca juga :Ā Polsek Kongbeng Amankan Ratusan Botol Miras Guna Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah

ā€œOh, it’s great, it’s great, really! (Oh, ini sangat luar biasa, sungguh luar biasa!),ā€ ungkap Birgit penuh antusias saat dimintai kesannya mengenai Festival UFAH.

Turis asal Negeri Panzer tersebut juga menegaskan tanpa ragu akan merekomendasikan festival budaya ini kepada rekan-rekan dan wisatawan lain.

ā€œYes, to everybody! (Ya, kepada semua orang!),ā€ tambahnya.

Anto, pemandu wisata yang mendampingi rombongan tersebut, menceritakan bahwa kehadiran para turis asing ini bermula di tengah agenda perjalanan wisata selama delapan hari menyusuri Kalimantan Timur, dengan rute mulai dari Balikpapan, Berau, hingga kawasan pesisir Maratua dan Derawan.

Usai mengunjungi Hutan Lindung Wehea, rombongan mendapat kabar mengenai digelarnya Festival UFAH di Miau Baru.

Baca juga :Ā Festival UFAH Desa Miau Baru Suguhkan Pesona Budaya Dayak Kayan

Berdasar ketertarikan mereka yang tinggi terhadap kehidupan sosial dan budaya lokal (human interest), rombongan pun memutuskan untuk mengubah alur perjalanan dan memprioritaskan kunjungan ke festival tersebut.

ā€œKalau turisnya antusias betul, karena mereka kebetulan suka human interest, suka lihat budaya, dan interaksi langsung dengan masyarakat lokal,ā€ terang Anto.

Kehadiran wisatawan mancanegara ini menjadi bukti nyata bahwa perhelatan budaya di kawasan pedalaman Kutim memiliki daya pikat magnetis skala internasional.

Festival UFAH 2026 bukan sekadar sarana pelestarian adat istiadat suku Dayak Kayan, melainkan juga jendela diplomasi budaya yang efektif memperkenalkan potensi pariwisata Kutai Timur ke panggung dunia. (Ek/As)

Baca Juga

Back to top button