DesaKesehatanKutai Timur

Mahyunadi Instruksikan Perkim dan PU Bergerak Cepat Tuntaskan 1.700 Jamban Sehat sebelum 2030

Korsa.id, Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, memberikan arahan tegas kepada instansi teknis untuk mempercepat pemenuhan infrastruktur sanitasi dan kesehatan dasar di wilayahnya.

Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Kutim yang berlangsung di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Kamis (23/7/2026) kemarin, Mahyunadi menekankan bahwa sanitasi buruk merupakan salah satu faktor dominan pemicu stunting.

Ia meminta Dinas Perkim dan Dinas PU menyelesaikan persoalan 1.700 Kepala Keluarga (KK) yang belum memiliki sarana pembuangan limbah layak sebelum tahun 2030, serta menyiapkan alokasi pembangunan 50 Posyandu baru untuk menggantikan Posyandu yang masih menumpang.

“Mengenai 1.700 Kepala Keluarga (KK) yang belum memiliki fasilitas jamban sehat, saya minta ini bisa diselesaikan sebelum tahun 2030. Dinas Perkim dan Dinas PU harus bergerak cepat membangun fasilitas septic tank dan bilik sanitasi yang memadai,” tegas Mahyunadi.

Baca juga :Ā Tekan Angka Stunting di Kutim, DPPKB Libatkan Media untuk Edukasi dan KampanyeĀ 

Menanggapi instruksi tersebut, Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkim Kutim, M Noor, menyatakan kesiapan penuh instansinya untuk mengeksekusi pembangunan sarana sanitasi warga secara bertahap.

Pihaknya akan menyusun perencanaan teknis dan penganggaran agar penanganan sanitasi masyarakat tercapai sesuai target yang telah ditetapkan pimpinan.

“Kami siap merealisasikan pembangunan 1.700 septic tank beserta fasilitas biliknya. Kami akan menyusun perencanaan teknis serta penganggarannya secara cermat agar penuntasan sanitasi masyarakat ini bisa tercapai sesuai target,” ujar M Noor.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kutim, Irma Aryani, menyambut baik komitmen pembangunan fisik dari Dinas Perkim.

Baca juga :Ā Verifikasi Data Anak Stunting Diperketat, Pemkab PPU Pastikan Bantuan Gizi Tepat Sasaran

Pihaknya mencatat bahwa saat ini 87 persen desa di Kutim telah memiliki kriteria sanitasi yang baik, sementara sisa 13 persen KK yang belum memiliki fasilitas layak banyak tersebar di wilayah khusus seperti kawasan pesisir Pulau Miang.

“Koordinasi dengan Dinas Perkim dan PU sangat krusial. Pada tahap awal ini kita fokuskan untuk 500 unit terlebih dahulu. Dengan komitmen pembangunan dari Dinas Perkim, kami optimistis target cakupan sanitasi layak sebesar 97 persen di Kutai Timur dapat rampung sepenuhnya,” pungkas Irma. (Ek/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button