Raker PDK3 Jadi Momentum Perkuat Persatuan Dayak Kayan di Kaltim dan Kaltara
Korsa.id, Telen – Rapat Kerja (Raker) Perkumpulan Persatuan Dayak Kayan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (PDK3) menjadi ajang mempererat persatuan masyarakat Dayak Kayan sekaligus menyuarakan harapan terhadap pembangunan yang lebih merata di wilayah pedalaman dan perbatasan.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Dusun Lingai Jalung, Desa Lung Melah, Kecamatan Telen, Kutai Timur, Selasa (21/7/2026) kemarin, dihadiri ratusan warga adat dari berbagai daerah di Kalimantan Timur maupun Kalimantan Utara.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi bersama sejumlah tokoh masyarakat dan peserta rapat kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Penasehat PDK3 yang juga Ketua DPRD Malinau, Ping Ding, menyampaikan pentingnya menjaga semangat persaudaraan di tengah keberagaman wilayah asal para peserta.
Menurutnya, kehadiran seluruh anggota dalam rapat kerja merupakan wujud komitmen bersama untuk memperkuat persatuan masyarakat Dayak Kayan.
“Kita ada di sini karena ada panggilan kebersamaan kepada kita semua. Sebagai masyarakat Kayan yang datang dari berbagai penjuru, ikatan persaudaraan dan rasa kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga dan perkuat,” kata Ping Ding.
Baca juga :Ā Puncak Acara Budaya Lom Plai Wehea Disambut Tarian Tradisional Khas Dayak
Ia menilai Raker PDK3 bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun semangat dan motivasi masyarakat Dayak Kayan agar terus berkontribusi dalam pembangunan, baik di Kalimantan Timur maupun Kalimantan Utara.
Meski demikian, Ping Ding mengingatkan masih banyak tantangan yang dihadapi masyarakat di kawasan pedalaman. Keterbatasan akses informasi, infrastruktur, hingga sarana pendukung pembangunan dinilai masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Menurutnya, masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan dan pedalaman memerlukan dukungan berkelanjutan agar tidak tertinggal dalam berbagai aspek pembangunan.
“Kami yang ada di garis depan, secara khusus yang berada di pedalaman dan perbatasan, tentu memiliki keterbatasan dengan apa yang kami miliki, baik dari sisi pembaruan informasi maupun pemahaman pembangunan. Karena itu, kami memohon dukungan dan uluran tangan dari pihak pemerintah agar terus memperhatikan warga kami,” ujarnya.
Baca juga :Ā Kapolres Kutim Disambut Hangat Warga Dayak Kenyah
Ping Ding juga menekankan pentingnya membuka akses masyarakat terhadap perkembangan zaman sebagai upaya mengurangi keterisolasian wilayah pedalaman.
Langkah tersebut diyakini akan meningkatkan kualitas hidup sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat adat untuk berkembang.
Melalui rapat kerja ini, ia berharap lahir berbagai rekomendasi dan langkah nyata yang mampu memperkuat koordinasi antarwilayah serta menyelaraskan program organisasi dengan kebijakan pemerintah daerah.
Sinergi yang baik antara masyarakat adat dan pemerintah diharapkan menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dayak Kayan di Kalimantan.(Put/As)






