Dorong Produktivitas Sektor Perikanan, Diskan Kutim Gencarkan Revitalisasi Tambak Hingga Infrastruktur TPI
Korsa.id, Sangatta – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus bergerak masif dalam membenahi dan memodernisasi sektor perikanan daerah. Melalui langkah revitalisasi komprehensif yang mencakup pembenahan lahan budi daya, balai benih, hingga penyediaan infrastruktur pelabuhan, Pemkab Kutim berkomitmen mengembalikan fungsi produktif ruang usaha nelayan dan pembudidaya.
Langkah ini menjadi program prioritas untuk memastikan potensi perikanan darat maupun laut dapat dikelola secara optimal, efisien, dan berkelanjutan.
Kepala Diskan Kutim, Yuliansyah, mengungkapkan bahwa revitalisasi tambak masyarakat menjadi salah satu fokus utama guna memulihkan lahan budi daya yang selama ini tidak berfungsi maksimal agar kembali memberikan hasil bernilai tinggi.
āKami ingin tambak-tambak yang selama ini belum optimal bisa kembali produktif dan memberikan hasil yang lebih baik bagi masyarakat,ā ujar Yuliansyah.
Baca juga :Ā Lurah Maluhu: Kelompok Tani Tri Rukun Sukses Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian dan Perikanan
Komitmen revitalisasi tersebut dibuktikan lewat rekam jejak program yang terukur. Pada 2025, Diskan Kutim telah merevitalisasi 115,9 hektare tambak masyarakat di wilayah Muara Bengalon. Program ini berlanjut pada 2026 dengan menyasar sekitar 20 hektare tambak lainnya.
Tak hanya lahan budi daya, Diskan Kutim juga merevitalisasi Balai Benih Ikan di Kecamatan Kaubun. Pembenahan fasilitas ini dirancang untuk menjamin ketersediaan benih unggul dan berkualitas bagi para pembudidaya lokal.
Dukungan ini melengkapi bantuan sarana produksi lainnya, seperti pakan mandiri, mesin pakan, kolam, keramba jaring apung, hingga pelatihan budi daya ramah lingkungan demi menekan biaya operasional.
Guna menyambungkan sentra produksi dengan rantai pemasaran, Diskan Kutim menggenjot optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pelabuhan Kenyamukan berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur. Di saat yang sama, pembangunan TPI Bual-Bual juga tengah berjalan memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Ganda Alam Makmur.
Baca juga :Ā Pemdes Loa Ulung Fokus Kembangkan Sektor Perikanan dan Pariwisata
Guna meringankan beban operasional nelayan tangkap, fasilitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus nelayan di Pelabuhan Kenyamukan dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Strategi pembenahan infrastruktur ini berlanjut hingga jangka panjang. Pada 2027, Diskan Kutim merencanakan pengerukan alur Pelabuhan Kenyamukan bekerja sama dengan DKP Kaltim, sehingga kapal-kapal berkapasitas tonase besar dapat bersandar dan memperlancar distribusi hasil tangkapan.
Rangkaian revitalisasi lintas bidang ini merupakan bagian nyata dari implementasi 50 program prioritas Bupati Kutim dalam menguatkan sektor ekonomi produktif berbasis potensi daerah.
Baca juga :Ā Agusriansyah dan Agus Aras Sampaikan Banyak PR yang Harus Diselesaikan Pemkab Kutim
Dengan menyatukan pembenahan sarana budi daya, penjaminan BBM, pemangkasan rantai distribusi, hingga penguatan infrastruktur pelabuhan ke dalam satu ekosistem terpadu, Kutai Timur optimistis mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan protein daerah sekaligus menyejahterakan para nelayan dan pembudidaya lokal. (Sy/As-Adv)


