DesaHeadlineKutai TimurRagam

Normalisasi SPAM KEK Maloy Rampung, Pasokan Air Bersih Jangkau Sangkulirang dan Kaliorang

Korsa.id, Sangkulirang – Penantian panjang ribuan warga pesisir Kutai Timur (Kutim) terhadap kepastian pasokan air bersih akhirnya berbuah manis.

Melalui optimalisasi sistem pengaliran terpadu, distribusi air bersih untuk Kecamatan Sangkulirang dan Kaliorang kini mencatatkan progres signifikan dan mulai merata.

Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim, Suparjan, menyampaikan bahwa pasokan air curah yang bersumber dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) KEK Maloy telah berhasil menjangkau seluruh wilayah sasaran utama.

Di Kecamatan Sangkulirang, tahapan normalisasi aliran air sudah dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Baca juga : Warisan Kuno Terkuak, Bupati Kutim Soroti Jejak Kudungga dan Sangkulirang

“Untuk Desa Benua Baru Ulu dan Benua Baru Ilir di Kecamatan Sangkulirang, pengaliran air bersih sudah memasuki tahap normalisasi secara merata,” ujar Suparjan dalam siaran pers yang dirilis, Rabu (19/8/2026).

Langkah serupa juga dikebut di wilayah tetangga, Kecamatan Kaliorang. Sejumlah titik krusial seperti Desa Bumi Sejahtera, Citra Manunggal Jaya, Bangun Jaya, Kaliorang Kampung, hingga pelanggan di jalur Jalan Poros Desa Bukit Harapan dipastikan segera menikmati aliran air secara stabil.

“Di wilayah Kaliorang saat ini sedang dalam proses. Insya Allah, hari ini pengaliran air di wilayah tersebut juga sudah terlayani memasuki tahap normalisasi,” tegasnya.

Keberhasilan normalisasi ini ditopang oleh suplai air curah sebesar 3.000 meter kubik per hari dari SPAM KEK Maloy. Pasokan tersebut dipusatkan ke fasilitas booster di Desa Bumi Sejahtera, Kaliorang, sebelum dialirkan secara proporsional ke dua jalur utama kecamatan.

Baca juga : Pemkab Kutim Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Berpulangnya Putri Direktur Perumdam TTB

Berdasarkan data teknis, Jalur Sangkulirang mendapatkan alokasi sebesar 1.500 meter kubik per hari untuk menopang kebutuhan 1.400 sambungan rumah. Volume serupa juga dikucurkan ke Jalur Kaliorang untuk melayani 1.401 sambungan pelanggan.

Langkah taktis ini diyakini mampu meredamma krisis air bersih sekaligus mendongkrak cakupan layanan air minum secara masif di wilayah pesisir Kutai Timur.

Kendati distribusi mulai pulih, Perumdam TTB Kutim tetap mengimbau masyarakat di kedua kecamatan agar menggunakan air secara bijak demi efisiensi kebutuhan harian.

Di sisi lain, Suparjan turut mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif untuk melindungi kawasan Pegunungan Sekerat.

Baca juga : Jadi Temuan BPK, Anjas Minta Perumdam TTB dan DLH Kutim Bersinergi

Wilayah konservasi tersebut memegang peran vital sebagai jantung ekologis sekaligus benteng utama penjaga cadangan air bersih yang menyuplai wilayah Bengalon, Kaliorang, Sangkulirang, dan sekitarnya.

Air yang mengalir ke keran-keran warga hari ini merupakan buah dari komitmen bersama dalam merawat kelestarian alam. (Put/As)

Baca Juga

Back to top button