BeritaDesaKutai Timur

HKN 2025, Kaliorang Tunjukkan Komitmen Warga dalam Gerakan Hidup Sehat dan Bebas TBC

Korsa.id, Kaliorang – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025 di Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur, tak sekadar menjadi agenda seremonial. Kegiatan yang berlangsung di halaman Puskesmas Kaliorang, Sabtu (8/11/2025), berubah menjadi ruang edukasi publik dan ajang gotong royong dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sadar lingkungan.

Sejak pagi, ratusan warga memenuhi area kegiatan. Ada yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, sementara lainnya antusias mendengarkan penyuluhan seputar penyakit menular dan pola hidup bersih. Suasana semarak itu menggambarkan semangat kolektif warga untuk bergerak bersama menjaga kesehatan.

Salah satu sesi paling menyita perhatian datang dari Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutim, Ny Hj Siti Robiah. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa TBC bukan penyakit memalukan dan bisa disembuhkan sepenuhnya apabila ditangani sejak dini.

“TBC bisa disembuhkan, dan pengobatannya gratis di seluruh Puskesmas. Jangan takut memeriksakan diri, karena semakin cepat diketahui, semakin cepat sembuh,” ujarnya penuh empati.

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan sosial terhadap penderita TBC. Menurutnya, stigma dan pengucilan justru menjadi hambatan besar dalam upaya pemberantasan penyakit ini.

“Jika menemukan tetangga atau keluarga dengan gejala batuk lama, jangan dijauhi. Ajak mereka berobat. TBC bukan aib,” tambahnya menegaskan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman, Plt Kadinkes Kutim Sumarno, serta Camat Kaliorang Rusnomo bersama jajaran tenaga medis dan organisasi profesi kesehatan.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga pada perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat.

“Semangat HKN 2025 adalah Bangun Generasi Sehat untuk Indonesia Emas. Kesehatan bukan semata soal pengobatan, tetapi tentang bagaimana kita peduli menjaga diri dan lingkungan,” ucapnya.

Sebagai bentuk penghargaan, Pemkab Kutim menyerahkan sertifikat kepada salah satu desa di Kaliorang yang telah dinyatakan Open Defecation Free (ODF) atau bebas praktik buang air besar sembarangan.

“Desa ODF ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: menjaga kebersihan lingkungan,” kata Bupati.

Donor Darah dan Kolaborasi Lintas Sektor
Selain penyuluhan, kegiatan HKN juga diwarnai aksi donor darah massal yang diikuti tenaga medis, ASN, dan masyarakat umum. Kegiatan ini bukan hanya simbol kemanusiaan, tetapi juga bentuk nyata solidaritas sosial warga Kaliorang.

“Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa. Inilah bentuk nyata kepedulian antarwarga,” ujar salah seorang petugas medis di lokasi.

Baca Juga: RSUD Kudungga Raih Prestasi Gemilang di Bidang Olahraga pada HKN dan HUT Kutim ke-25

Plt Kadinkes Kutim Sumarno menyampaikan bahwa suksesnya kegiatan ini tak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, organisasi profesi kesehatan, hingga dukungan dunia usaha.

“Kegiatan HKN di Kaliorang ini menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Dunia usaha, tenaga medis, dan masyarakat bisa berjalan beriringan,” katanya.

Ia menyebut, berbagai organisasi profesi kesehatan turut terlibat, seperti IDI, PPNI, IBI, PDGI, IAI, PERSAGI, dan HAKLI, serta dukungan perusahaan tambang dan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kaliorang, Pusat Gerakan Kesehatan Kutim
Sementara itu, Ketua Panitia HKN 2025 dr Faturahman mengungkapkan alasan pemilihan Puskesmas Kaliorang sebagai lokasi utama kegiatan.

“Kaliorang dinilai aktif dalam program kesehatan masyarakat seperti imunisasi, gizi anak, dan pemberantasan penyakit menular. Selain itu, lokasinya strategis dan didukung penuh oleh perusahaan lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kecamatan lain untuk menggelar aksi serupa yang menyentuh langsung masyarakat.

Peringatan HKN 2025 di Kaliorang menegaskan bahwa kesehatan bukan semata urusan medis, melainkan hasil dari kolaborasi lintas sektor dan kepedulian sosial. Dari penyuluhan TBC hingga penghargaan Desa ODF, semangat gotong royong menjadi benang merah yang menyatukan warga.

Di tengah semangat pagi itu, gema pesan HKN menggaung kuat: menjaga kesehatan bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama menuju Indonesia yang tangguh dan berdaya.(Adv)

Baca Juga

Back to top button