DesaKutai TimurRagam

Pembangunan Lamin Adat Dayak Rindang Benua Resmi Dimulai Guna Perkuat Identitas Budaya

Korsa.id, Sangatta – Langkah nyata menjaga kelestarian warisan leluhur sekaligus mendongkrak perekonomian berbasis kebudayaan terus digencarkan di Kabupaten Kutai Timur. Pembangunan rumah panjang tradisional khas masyarakat Dayak, Lamin Adat Rindang Benua, resmi dimulai di Dusun Rindang Benua KM 10, Kecamatan Sangatta Selatan.

Prosesi penancapan dan pemasangan tiang utama (mendirikan tiang) yang berlangsung khidmat pada Kamis (13/8/2026) pukul 09.00 WITA tersebut diawali dengan doa bersama serta tradisi ramah tamah warga adat lokal.

Pembangunan infrastruktur kebudayaan ini terealisasi berkat kolaborasi erat melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC) Tahun 2026 bersama aksi swadaya dan gotong royong masyarakat setempat.

Deputi General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC, M. Munir Zein Damar, menegaskan bahwa pendirian Lamin Adat Rindang Benua merupakan komitmen bersama dalam menjaga identitas budaya Dayak di Kutai Timur.

Baca juga : Camat Kongbeng Dikukuhkan di Lamin Adat

Menurutnya, pengerjaan fasilitas ini harus dimaknai sebagai simbol persatuan lintas elemen daerah.

“Tiang ini kita dirikan sebagai bentuk gotong royong dan semangat persatuan. Kita tarik dan dirikan bersama-sama, sehingga setiap pihak memiliki andil nyata dalam pembangunan tiang utama ini,” ujar Munir Zein Damar.

Ia menambahkan, keberadaan Lamin Adat tidak boleh berhenti sekadar sebagai bangunan fisik atau tempat seremoni belaka. Ke depan, kawasan Rindang Benua diproyeksikan menjadi sentra pariwisata budaya unggulan di Kutim melalui penyelenggaraan festival seni, peragaan busana adat, hingga pusat kerajinan tangan lokal.

“Dengan niat baik ini, Rindang Benua akan hidup sebagai sentra budaya Dayak yang menjadi tujuan wisata. Secara tidak langsung, ini akan menghidupkan ekonomi warga dari produk kesenian dan kerajinan yang ditawarkan,” imbuhnya.

Baca juga : Dispusip Kutim Dorong Penataan Jabatan Arsiparis Lewat FGD Anjab dan ABK

Apresiasi tinggi turut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim, M. Ayub. Sebagai salah satu tokoh masyarakat Dayak, Ayub mengutarakan optimisnya bahwa Lamin Adat Rindang Benua yang berukuran besar dan bernilai arsitektur ikonik ini akan menjadi magnet kebudayaan di tingkat regional.

“Suatu saat nanti Dusun Rindang Benua akan menjadi tuan rumah pesta adat besar untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ungkap M. Ayub penuh optimisme.

Ia berharap sinergi antara Pemkab Kutim, pihak swasta, dan masyarakat adat dapat terus dipelihara secara konsisten agar target menjadikan Rindang Benua sebagai destinasi wisata budaya berbasis kemasyarakatan dapat terwujud dengan sempurna.

Baca juga : Lepas Kontingen Pramuka Kutim ke Jamnas, Bupati Berbagi Kisah Mementum Jamnas 1976

Prosesi pemasangan tiang utama Lamin Adat Rindang Benua turut dihadiri oleh Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, jajaran Pemerintah Desa Pinang Raya, Kepala Dusun Rindang Benua Sekimin, tokoh adat Dayak Kenyah, serta perwakilan manajemen PT KPC. (Put/As)

Back to top button