DesaDiskominfo KutimKutai TimurRagam

Diskominfo Staper Siapkan Data Pemetaan Blank Spot, Selaraskan DenganPengembangan Infrastruktur Telkom Group.

Korsa.id, Sangatta – Komitmen tegas ditunjukkan Telkomsel bersama Telkom Group dalam mengikis area tanpa sinyal (blank spot) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Melalui audiensi strategis bersama Pemkab Kutim di Ruang Kerja Bupati, Kamis (13/8/2026), Telkomsel menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung mengeksekusi pemetaan dan peningkatan kualitas jaringan di wilayah-wilayah yang selama ini terkendala akses komunikasi.

Delegasi Telkomsel yang dihadiri Manager Network Operation Hakki, Zulkifli Farma, dan Ari Irianto membeberkan bahwa penanganan blank spot akan dilakukan secara terukur melalui asesmen teknis di lapangan.

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, menjelaskan salah satu fokus penanganan awal menyasar Desa Benua Harapan. Di lokasi ini telah berdiri tower telekomunikasi bantuan tahun 2022 yang membutuhkan penyegaran kapasitas.

“Jika berdasarkan hasil asesmen dibutuhkan peningkatan kapasitas atau kualitas jaringan, Telkomsel menyatakan siap melakukan upgrade,” terang Ronny.

Baca juga :Ā Diskominfo Kutim Fokus Dua Arah: Akses Internet Merata dan Sistem Keamanan Siber yang Lebih Kuat

Tak hanya Benua Harapan, Zulkifli dari Network Operation Telkomsel mengungkapkan sejumlah titik blank spot krusial lainnya yang masuk dalam daftar penanganan prioritas, di antaranya Desa Himba Lestari di Kecamatan Batu Ampar, Desa Pulau Miang di Kecamatan Sangkulirang dan Desa Long Pejeng di Kecamatan Busang.

Meskipun saat ini cakupan jaringan 4G Telkomsel telah menjangkau 18 kecamatan di Kutim dengan topangan hampir 300 unit tower, kondisi geografis Kutim yang amat luas masih menyisakan tantangan infrastruktur dasar.

Zulkifli membeberkan bahwa sekitar 15 persen dari total populasi site di Kutim belum terjangkau jaringan listrik PLN. Selain itu, kerawanan putusnya jalur kabel fiber optik kerap menjadi pemicu terganggunya konektivitas.

“Karena itu, penguatan jaringan tidak hanya membutuhkan pembangunan tower, tetapi juga pengamanan jalur fiber optik serta dukungan pasokan listrik yang stabil,” tambahnya.

Baca juga :Ā Sukseskan Program Digitalisasi, Kukar Bebas Blankspot Jaringan Internet

Guna mengatasi hambatan tersebut, Pemkab Kutim melalui Diskominfo Staper akan menyuplai data pemetaan blank spot secara detail untuk diselaraskan dengan rencana pengembangan infrastruktur Telkom Group.

Dengan pola kolaborasi ini, penanganan titik tanpa sinyal di Kutai Timur diharapkan dapat tuntas secara bertahap, sehingga masyarakat di pelosok desa dapat menikmati kesetaraan akses informasi dan layanan digital.

Baca Juga

Back to top button