HeadlineHukum & KriminalKutai Timur

Antisipasi Dampak El Nino, Forkopimda Kutim Gelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Karhutla

Korsa.id, Sangatta – Mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diprediksi terus meningkat akibat fenomena El Nino, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Karhutla di Markas Komando (Mako) Polres Kutim, Selasa (11/8/2026).

Apel kesiapsiagaan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kutim, AKBP Aryansyah, ini digelar sebagai langkah konkrut untuk memperkuat respons tanggap darurat serta memetakan kesiapan seluruh personel dan armada pemadam di wilayah Kutai Timur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, beserta jajaran TNI, BPBD, Pemkab Kutim, perwakilan perusahaan swasta, hingga pemerintah desa.

Kapolres Kutim, AKBP Aryansyah, menyoroti lonjakan signifikan kasus Karhutla selama semester pertama tahun 2026 yang didorong oleh kondisi cuaca ekstrem.

Baca juga : BPKAD Kutim Terima Rp579 Juta Lebih Dari Penjualan Aset di Bulan Mei

“Berdasarkan data sejak Januari hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 300 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kutim. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatat 148 titik panas. Demikian pula untuk luas lahan yang terbakar, tahun ini telah mencapai 65 hektare, berbanding jauh dengan tahun sebelumnya yang hanya 3 hektare,” ungkap Aryansyah dalam amanat apelnya.

Meningkatnya fenomena El Nino membuat vegetasi lahan menjadi sangat kering dan mudah tersulut api. Menanggapi situasi rentan tersebut, Kapolres menekankan pentingnya kesiapsiagaan penuh dari seluruh unsur Forkopimda dan elemen masyarakat melalui langkah-langkah strategis.

Memperkuat garis koordinasi antara TNI, Polri, BPBD, Pemkab Kutim, pihak swasta, dan masyarakat desa agar setiap titik api yang muncul dapat ditangani secara cepat sebelum membesar.

Meningkatkan intensitas pengawasan di kawasan rawan kebakaran lahan guna menekan potensi timbulnya titik panas baru. Serta Imbauan keras bagi seluruh masyarakat agar menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, serta segera melapor ke petugas terdekat jika mendapati indikasi titik api.

Baca juga : “Zero Smoke” dari Desa Perapa: Inovasi Pembakar Sampah Tanpa Asap

Sebagai penutup rangkaian Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla, Kapolres Kutim bersama Wakil Bupati Mahyunadi dan jajaran Forkopimda melakukan inspeksi pasukan serta pengecekan menyeluruh terhadap kelayakan sarana dan prasarana (sarpras) pemadaman api.

Pemeriksaan armada dan peralatan pemadam ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarpras dalam kondisi siap pakai (ready to use), sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Kutai Timur yang tangguh, siaga, dan responsif terhadap potensi bencana ekologis. (Ek/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button