Kutai TimurOlahragaPendidikan

Mahyunadi Lepas Jalan Sehat PGRI, Minta Guru Tidak Sekadar Mengajar Tapi Juga Jadi Panutan

Korsa.id. Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mendorong seluruh tenaga pendidik di wilayahnya untuk terus melahirkan inovasi pembelajaran tanpa membebankan orang tua siswa. Peran guru dinilai sangat vital sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi unggul dan berkarakter.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, saat menghadiri kegiatan jalan sehat peringatan HUT ke-81 RI yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kutim di Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi.

Mahyunadi menyambut positif langkah responsif kepengurusan baru PGRI Kutim yang mulai bergerak menguatkan kapasitas para pengajar. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis yang tidak sekadar mengajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi panutan hidup bagi para murid.

“Profesi guru saat ini harus dipandang sebagai pahlawan yang memiliki jasa besar dan konkret bagi keberlangsungan serta kemajuan bangsa,” ujar Mahyunadi.

Baca juga :Ā PGRI Sampaikan ini ke Bupati Kutim

Mahyunadi menambahkan, pemerintah daerah membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh pihak untuk mendongkrak kualitas pendidikan hingga ke pelosok. Ia mengimbau agar guru terus berinovasi dalam memodelkan proses belajar-mengajar, dengan tetap memperhatikan regulasi dan tidak menimbulkan beban finansial baru bagi para orang tua.

“Terima kasih atas dedikasi dan kerja sama seluruh guru PGRI yang telah mendidik anak-anak kita dengan baik. Mari terus berkarya dan jadilah teladan yang memotivasi siswa,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PGRI Kutim, Yetti Arika Desiviana, menjelaskan bahwa kegiatan jalan sehat ini menjadi momentum awal untuk memperkenalkan arah baru kepengurusan PGRI Kutim periode 2026–2030 yang telah dilantik sejak Februari 2026 lalu.

PGRI Kutim berkomitmen mengubah stigma organisasi yang sebelumnya identik dengan agenda seremonial semata. Ke depan, berbagai program kerja yang berfokus pada peningkatan kapasitas, literasi, dan kreativitas guru akan digelar secara berkelanjutan.

Baca juga :Ā Sinergi Pendidikan dan Agama di Jantung IKN: Wabup PPU Soroti Peran Sentral Guru pada Peresmian Masjid Al-Muhajirin

“Selama ini mungkin yang Bapak dan Ibu guru tahu, PGRI hanya melaksanakan upacara Hari Guru dan Porseni. Insyaallah, mulai tahun ini kami mempersiapkan berbagai program berkelanjutan sampai tahun 2030 mendatang,” jelas Yetti.

Sebagai gebrakan awal, PGRI Kutim meluncurkan tiga ajang kompetisi kreativitas, yakni Lomba Cerita Inspiratif, Lomba Cipta Puisi, dan Lomba Video Pembelajaran. Hasil karya terbaik dari para guru nantinya akan didokumentasikan dalam bentuk buku resmi.

“Karya-karya terbaiknya akan kami bukukan secara resmi dan launching tepat pada Peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2026 mendatang,” pungkas Yetti.

Selain penguatan literasi, PGRI Kutim juga tengah bersiap menghadapi Porseni PGRI tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada akhir November 2026. (Put/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button