Komisi IV DPRD Kaltim Soroti UPTD BLKI Balikpapan, Minta Perbanyak Paket Pelatihan
Korsa.id, Balipapan – Kesiapan tenaga kerja lokal Kaltim untuk menyambut IKN menjadi sorotan tajam. Komisi IV DPRD Kaltim melakukan monitoring ke UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan, Rabu (10/9/2025), dan menemukan BLK masih kewalahan menangani tingginya angka pengangguran.
Rombongan dewan menyoroti keterbatasan program pelatihan dan kurangnya data komprehensif mengenai penyerapan alumni.
Ketua Komisi IV, Baba, menilai paket pelatihan yang saat ini hanya 16 masih terlalu sedikit untuk kebutuhan pasar kerja, termasuk IKN. Ia mendesak peningkatan kuota:
“Kalau memungkinkan, bisa dipertimbangkan dukungan anggaran melalui kerja sama dengan DPRD. Tujuannya agar jangkauan pelatihan lebih luas dan kualitas tenaga kerja Kaltim meningkat. Jumlah paket harus ditingkatkan dari 16 menjadi 32!” ujarnya.
Baca juga :Â Asti Mazar Soroti Tingginya Angka Pengangguran di Kutim, Minta Pemerintah Fungsikan BLK
Baba dan Sekretaris Komisi IV, Muhammad Darlis, senada menekankan bahwa BLK tidak hanya boleh fokus pada pelatihan, tetapi wajib menyajikan data serapan kerja alumni sebagai tolok ukur keberhasilan.
“Kalau tidak ada data alumni yang jelas, kita tidak tahu sejauh mana program ini benar-benar bermanfaat bagi penurunan pengangguran,” tegas Wakil Ketua Komisi IV, Andi Satya Adi Saputra.
Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi, menjelaskan bahwa saat ini ada 65 paket pelatihan per tahun di dua BLK (Balikpapan dan Bontang), seluruhnya dibiayai APBD dengan anggaran Rp22 miliar. Namun, ia mengakui keterbatasan daya tampung (tiap paket hanya 16 peserta) menjadi tantangan besar.
Baca juga :Â M Amin Dukung Peningkatan SDM Tenagakerja Lokal Lewat BLK
Menanggapi kendala itu, Anggota Komisi IV, Sarkowi V Zahry, mendesak perluasan publikasi. “Kalau informasi hanya beredar terbatas, masyarakat di daerah sulit mengakses pelatihan. Harus ada strategi sosialisasi yang lebih masif,” ujarnya. (Bo/Qad-Adv)






