Pemkab Kutim Kucurkan Beasiswa Dokter dan Farmasi Bergaransi Ikatan Dinas
Korsa.id, Samarinda – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah terobosan untuk memangkas krisis tenaga medis di wilayahnya.
Bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul), Pemkab Kutim resmi memberangkatkan sembilan putra-putri terbaik daerah melalui program beasiswa penuh pendidikan kesehatan yang dibarengi garansi ikatan dinas ketat.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengungkapkan bahwa alokasi beasiswa tahun ini mencakup berbagai jenjang pendidikan strategis, mulai dari dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, hingga apoteker.
“Untuk tahun ini kita alhamdulillah meng-cover sembilan. Ada dua dokter umum, dua dokter gigi, dua dokter spesialis, dan tiga Farmasi Apoteker,” jelas dr. Yuwana, Minggu (9/8/2026).
Baca juga :Ā RSUD Kudungga Gunakan CT Scan Canggih Untuk Diganosa Berbagai Penyakit
dr. Yuwana menjelaskan, mekanisme seleksi penerima beasiswa dirancang sangat ketat berbasis skala prioritas. Khusus untuk Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), pendaftaran dibatasi hanya bagi tenaga kesehatan yang telah berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kutim.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif agar dokter spesialis yang telah lulus tidak terkendala administrasi dan dapat langsung bertugas mengisi fasilitas pelayanan kesehatan daerah tanpa risiko pengajuan pindah tugas ke luar wilayah.
Bagi seluruh penerima beasiswa baik jenjang sarjana, profesi, maupun spesialis pemerintah memberlakukan pakta integritas dan regulasi pengikatan yang mengikat.
Wajib menandatangani surat kesanggupan pengabdian kembali ke daerah asal sebelum dana pendidikan dicairkan. Serta ijazah asli pasca kelulusan akan diserahkan dan dikelola langsung oleh Dinas Kesehatan Kutim selama masa ikatan dinas berlangsung.
Baca juga :Ā Dokter P3K di Kutim Keluhkan TPP Rendah, Pandi akan Gelar RDP dengan SKPD Terkait
“Jangan sampai setelah lulus nanti mereka malah pindah ke luar daerah. Jadi, harus di Kutai Timur. Ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Kutai Timur,” tegas dr. Yuwana.
Langkah investasi SDM di bidang kesehatan ini diharapkan menjadi jawaban konkret atas tantangan pemerataan dan pemenuhan kebutuhan tenaga medis professional di seluruh wilayah Kutim.
Dengan terjaminnya ketersediaan dokter umum, dokter spesialis, hingga apoteker putra daerah, Pemkab Kutim optimistis kualitas dan keterjangkauan mutu pelayanan medis bagi masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan. (Ek/As-Adv)






