DesaDiskominfo KutimEkonomiKutai Timur

Pemdes Mandu Dalam Perjuangkan Intake Air Bersih Segera Beroperasi, Dapat Layani Hingga Tiga Desa

Korsa.id, Sangkulirang – Persoalan krisis air bersih yang kerap membayangi warga saat musim kemarau di Desa Mandu Dalam, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, perlahan menemui titik terang.

Fasilitas intake air bersih yang sempat terbengkalai sejak dibangun pada awal tahun 2025 lalu dipastikan akan segera dilanjutkan pengerjaannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Mandu Dalam, Nuzul Azmi Hadi, saat ditemui belum lama ini. Ia menjelaskan bahwa bangunan intake yang sempat mangkrak tersebut kini telah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

“Terkait air bersih, alhamdulillah di Desa Mandu Dalam pada awal tahun 2025 telah dibangun intake air bersih oleh dinas terkait. Namun setelah dibangun, bangunan itu sampai hari ini sempat terbengkalai,” ujar Nuzul Azmi Hadi.

Baca juga : Krisis Air Bersih Akibat Kemarau di Desa Mandu Dalam Teratasi, Puluhan Sumur Digali oleh Swasta

Menyikapi kondisi tersebut, pihak Pemerintah Desa Mandu Dalam tidak tinggal diam. Nuzul mengaku telah mengambil langkah proaktif dengan menghadap langsung kepada Bupati Kutai Timur serta melakukan koordinasi dengan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Tuah Benua Kutai Timur.

Dari hasil komunikasi tersebut, ia menerima kabar baik bahwa proyek air bersih ini masuk dalam agenda prioritas tahun ini.

“Saya selaku perwakilan pemerintah desa sudah menghadap langsung dengan Bapak Bupati Kutai Timur, dan saya juga sudah bertemu langsung dengan Dirut PDAM. Informasi terakhir yang saya terima, tahun ini pengerjaan akan dilanjutkan dan saat ini tahapan pipanisasi sedang memasuki proses lelang,” ungkapnya penuh syukur.

Baca juga : Puluhan Pegawai Perumdam TTB Tersertifikasi, Diminta Akselerasikan Pelayanan

Nuzul berharap proyek pipanisasi dan pengoperasian jaringan air bersih ini dapat segera direalisasikan sesuai rencana. Mengingat kondisi geografis dan cuaca, kehadiran layanan air bersih dari PDAM dinilai sangat krusial bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau melanda dan sumber air alternatif mulai menyusut.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa debit air di wilayah tersebut cukup melimpah dan tidak pernah habis, sehingga sangat layak untuk dikelola secara optimal.

Hebatnya lagi, manfaat dari proyek intake dan pipanisasi ini nantinya tidak hanya dinikmati oleh warga Desa Mandu Dalam saja.

Baca juga : Bupati Uji Petik SPAM KEK MBTK, Atasi Hambatan Air Bersih di Sangkulirang

Berdasarkan informasi perencanaan yang diterimanya, jaringan pipa PDAM tersebut juga akan menjangkau wilayah desa-desa tetangga.

“Perlu diketahui juga, kalau nanti PDAM ini beroperasi, ini tidak hanya menghandle atau mengaliri wilayah Desa Mandu Dalam saja. Tapi desa sekitar, seperti Desa Mandu Pantai Sejahtera dan Desa Saka, juga akan merasakan efek dari beroperasinya PDAM ini, karena pipanisasi menurut informasi yang saya terima akan sampai ke sana,” pungkas Nuzul Azmi Hadi.

Pemerintah Desa Mandu Dalam pun optimis, jika proyek ini rampung, persoalan klasik krisis air bersih bagi ribuan jiwa di kawasan tersebut dapat teratasi secara permanen dan berkelanjutan. (Ek/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button