Diskominfo KutimKesehatanKutai Timur

Dinkes Kutim Galakan Skrining Pap Smear, Selamatkan Perempuan dari Kanker Leher Rahim

Korsa.id, Sangatta – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) serta menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menggelar aksi nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan perempuan.

Berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan, Tirta Medical Center, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutim, pemerintah resmi meluncurkan “Kegiatan Pemeriksaan / Skrining Pap Smear Gratis Khusus Peserta BPJS Kesehatan”.

Kegiatan kick-off utama ini diselenggarakan secara serentak pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di Puskesmas Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, mulai pukul 08.30 WITA.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal (kick-off) pemeriksaan Pap smear gratis bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mengingat Kutai Timur telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC), seluruh masyarakat Kutim dipastikan telah ter-cover oleh BPJS Kesehatan.

Baca juga :Ā Pemkab Kutim Luncurkan Skrining Masif TBC Gratis di Momen HUT ke-81 RI

“Jadi, kita melakukan kick-off untuk pemeriksaan Pap smear secara gratis bagi peserta JKN. Di mana memang untuk Kutai Timur kan sudah UHC ya. Jadi, insyaallah semua masyarakat Kutim sudah ter-cover di BPJS. Jadi, ini untuk para wanita gratis. Pap smear ini adalah pemeriksaan untuk mendeteksi adanya sel-sel kanker di dalam rahim,” ungkap dr. Yuwana.

Untuk tahap awal, layanan ini dilaksanakan secara serentak di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Sangatta Utara, Puskesmas Teluk Lingga, dan Puskesmas Sangatta Selatan. Secara bertahap, program ini akan diperluas ke seluruh puskesmas di semua kecamatan di Kutim.

Dr. Yuwana mengingatkan bahaya besar dari kanker leher rahim (cervical cancer / CA serviks) yang sering kali tidak disadari penderitanya sejak awal. Banyak kasus ditemukan sudah berada di stadium lanjut karena pasien terlambat melakukan pemeriksaan.

Baca juga :Ā RS Muara Wahau Targetkan Operasional di 2029, Dinkes Kebut Penyelesaian Dokumen Perencanaan

“Jadi, kalau misalnya dari awal terdeteksi bisa segera dilakukan penanganan ya, lebih lanjut dilakukan pengobatan. Karena selama ini banyak masyarakat ibu-ibu yang melakukan pemeriksaan sudah terlambat. Sudah ada perdarahan dan sebagainya sehingga ternyata sudah kanker leher rahim stadium 2, 3,” terangnya.

Kondisi tersebut membuat proses penanganan menjadi lebih sulit dengan tingkat keberhasilan yang lebih rendah serta risiko kematian yang tinggi. Tercatat, kanker leher rahim menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian tertinggi pada perempuan setelah kanker payudara.

Bagi para wanita usia subur yang ingin mengikuti skrining ini, terdapat beberapa ketentuan khusus yang harus diperhatikan. Mulai dari peserta merupakan wanita usia subur yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.Ā Serta tiga hari sebelum pemeriksaan, peserta tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual.

Selain menyasar para perempuan dewasa melalui deteksi dini, Pemkab Kutim juga memperkuat langkah pencegahan jangka panjang bagi generasi muda. Sesuai arahan Bupati Kutim, program sosialisasi dan pencegahan kini digencarkan hingga ke lingkungan sekolah.

Baca juga :Ā Kejar Target Eliminasi 2030, Kadinkes Kutim Dorong Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC

“Makanya kita sekarang ada melakukan program vaksinasi HPV. Ini untuk anak sekolah kelas 5, 6 yang putri. Sehingga dari awal dia sudah kebal, insyaallah nanti juga bisa mencegah terjadinya kanker leher rahim sejak dini,” tambah dr. Yuwana.

Terkait angka pasti kasus di Kutai Timur, pihak Dinkes menyatakan belum dapat merinci data secara mutlak karena sifatnya yang fluktuatif. Banyak pasien penderita CA serviks yang enggan melapor atau terlambat memeriksakan diri akibat rasa takut, hingga akhirnya terdeteksi dalam kondisi parah yang memerlukan kemoterapi atau rujukan lanjutan.

Kendati demikian, secara data global regional Kalimantan Timur (Kaltim), diperkirakan sekitar 24% wanita mengalami permasalahan pada serviks rahim, angka rata-rata yang juga merepresentasikan kondisi di Kutai Timur.

Baca juga :Ā Kawal Keamanan Pangan Program MBG, Kadinkes Kutim Pastikan 18 SPPG Kantongi SLHS

Melalui gerakan masif ini, Dinkes Kutim berharap kesadaran kaum perempuan di Kutai Timur semakin meningkat demi menekan angka kasus dan kematian akibat kanker leher rahim sejak dini.

Kick-off pemeriksaan Pap smear ini secara langsung dibuka oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, serta turut dihadiri oleh Kepala Deputi Wilayah VIII BPJS Kesehatan dr. Herman Dinanta Mihardja, Wakil Ketua I TP PKK Kutim Masriati Mahyunadi, Direktur RSUD Kudungga, serta undangan lainnya. (Ek/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button