Berita

Pemkab Kutim Dorong Pemerataan PAUD

Korsa.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mendorong pemerataan pendidikan anak usia dini. Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah memastikan seluruh desa memiliki fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), lengkap dengan tenaga pendidik dan sarana pendukung yang memadai.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pemenuhan fasilitas PAUD di setiap desa harus menjadi perhatian serius. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim diminta mengambil peran dalam menyiapkan kebutuhan guru maupun fasilitas penunjang agar layanan pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah.

Hal tersebut disampaikan Ardiansyah saat membuka kegiatan Research Camp mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, pemerataan PAUD merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun. Selain menyediakan lembaga pendidikan, setiap desa juga diharapkan memiliki tenaga pengajar dengan kualifikasi pendidikan sarjana agar proses pembelajaran semakin berkualitas.

Ardiansyah turut berpesan kepada para guru yang sedang menempuh pendidikan sarjana PAUD agar benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut. Sebab, peningkatan kemampuan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kualitas pendidikan sejak usia dini.

“Manfaatkan waktu yang pendek ini sehingga Bapak Ibu betul-betul mendapatkan hal yang terbaik untuk disiapkan diberikan kepada anak-anak didik kita,” pesannya.

Ia menilai, mendidik anak usia dini bukan pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa persiapan. Dibutuhkan kemampuan, kesabaran, serta kesungguhan karena pendidikan pada tahap tersebut memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan perkembangan anak.

Kesempatan melanjutkan pendidikan bagi guru PAUD ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Melalui dukungan beasiswa dan kerja sama dengan perguruan tinggi, para guru mendapat peluang meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan tugas mengajar.

Pada kesempatan yang sama, Bunda PAUD Kutim Siti Robiah mengingatkan agar peningkatan pendidikan guru tidak hanya berorientasi pada perolehan gelar sarjana. Menurutnya, ilmu yang didapat harus diterapkan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan tata kelola lembaga PAUD, termasuk pemenuhan standar akreditasi.

“Artinya kita tidak hanya mengejar gelarnya saja, tetapi kita meningkatkan sumber daya manusia kita, sehingga nantinya kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak didik kita,” ujarnya.

Ia berharap para guru dapat memanfaatkan dukungan pemerintah daerah dengan maksimal. Peningkatan kompetensi tenaga pendidik harus dibarengi dengan pembenahan kualitas lembaga pendidikan sehingga anak-anak mendapatkan layanan belajar yang semakin baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Mulyono mengatakan, pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik, perluasan akses pendidikan, serta pemenuhan sarana dan prasarana sekolah.

Menurutnya, penguatan kualifikasi guru dan pemerataan fasilitas PAUD menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak di seluruh wilayah Kutim mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak sejak dini.

Dengan upaya tersebut, Pemkab Kutim berharap pemerataan layanan PAUD tidak hanya sebatas ketersediaan bangunan sekolah, tetapi juga didukung tenaga pendidik yang kompeten dan fasilitas pembelajaran yang memadai sebagai bekal membangun generasi masa depan Kutai Timur.(Ir/Nt/Dr)

Baca Juga

Back to top button