DesaDiskominfo KutimKutai Timur

Krisis Air Bersih Akibat Kemarau di Desa Mandu Dalam Teratasi, Puluhan Sumur Digali oleh Swasta

Korsa.id, Sankulirang – Pemerintah Desa Mandu Dalam, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan penanganan krisis air bersih yang melanda wilayahnya akibat musim kemarau berkepanjangan.

Sekretaris Desa Mandu Dalam, Nuzu Azmi Hadi mengungkapkan bahwa kemarau panjang telah membuat air sungai di wilayah mereka berubah menjadi payau hingga asin, sementara sumur-sumur warga mengalami kekeringan total.

Di tengah situasi darurat air bersih tersebut, PT Hanusentra Agro Lestari hadir memberikan bantuan nyata berupa pengerahan unit ekskavator untuk membantu pembuatan galian sumur di pekarangan rumah warga.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan penggalian sumur, dari total 10 titik yang digali, sebagian besar berhasil memunculkan sumber air yang jernih dan berkualitas baik,” ujar Sekdes Mandu Dalam saat dikonfirmasi mengenai penanganan krisis air bersih, Sabtu (9/10/2026).

Baca juga :Ā Kembangkan Potensi Daerah, Pemdes Mandu Lakukan Studi Tiru

Berdasarkan laporan tim di lapangan, dari total titik yang dikerjakan, sebanyak 24 titik sumur berhasil memancarkan air yang layak dan kini dimanfaatkan secara optimal oleh warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mencuci.

Atas bantuan tersebut, pihak desa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen PT Hanusentra Agro Lestari yang tanggap membantu meringankan beban masyarakat.

“Alhamdulillah pak,Ā Sumur embung yang dibuat rata-rata sudah ada airnya. Semua bermanfaat untuk masyarakat sekitar, pas juga dengana cuaca tdk ada hujan ini,” ujar salah satu warga.

Selain persoalan air bersih, Pemerintah Desa Mandu Dalam juga menaruh perhatian serius terhadap upaya mitigasi dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sekdes menjelaskan bahwa desa setempat sebenarnya telah memiliki kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang didukung oleh kelengkapan peralatan pemadam yang memadai.

Baca juga :Ā Dukung Produksi Pertanian, Distanak Kukar Bangun Sumur Bor di 89 Titik

Kendati demikian, tantangan utama yang dihadapi di lapangan adalah aspek operasional yang belum sepenuhnya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan yang benar.

Selama ini, penanganan karhutla yang dilakukan warga saat terjadi insiden masih kerap mengandalkan pengetahuan secara otodidak.

“Kondisi ini tentu cukup membahayakan bagi keselamatan warga yang berinisiatif melakukan pemadaman. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pemadam Kebakaran,” jelasnya.

Baca juga :Ā Plt Camat Kaliorang Fitriani Pimpin Rapat Penanganan Karhutla, Tegaskan Pentingnya Sinergi Seluruh Pihak

Melalui sinergi tersebut, Pemdes Mandu Dalam berencana mengagendakan program edukasi, sosialisasi, serta penyuluhan teknis terkait penggunaan peralatan pemadam kebakaran secara profesional.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan anggota MPA dan masyarakat dalam memitigasi Karhutla serta kebakaran permukiman, tetapi juga menjamin faktor keselamatan relawan di garis depan. (Ek/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button