Listrik PLN 24 Jam Akhirnya Terangi Desa Mandu Dalam, UMKM Kian Menggeliat
Korsa.id, Sangkulirang – Penantian panjang masyarakat Desa Mandu Dalam, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, untuk menikmati aliran listrik secara merata akhirnya terjawab.
Seluruh instalasi meteran atau KWH listrik di wilayah tersebut kini telah terpasang dan resmi menyala sejak akhir Agustus lalu.
Sekretaris Desa (Sekdes) Mandu Dalam, Nuzul Azmi Hadi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas masuknya jaringan listrik PLN yang telah lama dinantikan oleh warga.
Meskipun masih ada beberapa titik yang menyusul, progres pemasangan di lapangan menunjukkan capaian yang signifikan.
“Sampai hari ini seluruh wilayah Mandu Dalam itu semua KWH sudah terpasang. Terhitung sejak tanggal 30 Agustus kemarin, itu semuanya sudah menyala,” ujar Nuzul Azmi Hadi saat memberikan keterangan belum lama ini.
Kendati demikian, ia mencatat masih ada sekitar delapan rumah warga yang berada di bagian dalam pemukiman yang belum teraliri arus listrik.
Berdasarkan koordinasi pihak desa dengan PLN, sisa titik tersebut dipastikan masuk dalam jadwal pengerjaan termin kedua tahun ini.
Masuknya listrik PLN membawa dampak ikutan (multiplier effect) yang luar biasa bagi perekonomian warga setempat. Nuzul mengungkapkan, kehadiran energi listrik ini memicu kreativitas masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca juga : Bupati Ardiansyah Pastikan Listrik dan Air Bersih di Marukangan Segera Tuntas
Kini, para pelaku usaha kuliner dan pedagang di desa dapat dengan mudah menyimpan persediaan bahan makanan dan bahan baku beku (frozen food) tanpa khawatir mengalami pembusukan, sehingga variasi kreasi produk yang dijual semakin beragam.
Di sisi lain, kehadiran listrik PLN juga memberikan efisiensi yang sangat besar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Sebelum jaringan PLN masuk, Pemerintah Desa Mandu Dalam harus merogoh kocek yang tidak sedikit setiap tahunnya untuk membiayai operasional genset atau mesin disel desa.
“Dulu sebelum ada listrik PLN, kami pemerintah desa setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk pembelian BBM listrik disel desa kurang lebih Rp200 juta selama satu tahun. Alhamdulilah, semenjak adanya listrik PLN sekarang, biaya itu sudah tidak kami anggarkan lagi,” jelas Nuzul.
Dengan terisinya pos anggaran tersebut, pihak desa kini dapat mengalihkan alokasi Dana Desa untuk memprioritaskan program pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan produktif lainnya yang lebih mendesak demi kemajuan Desa Mandu Dalam.
Baca juga : Bupati Buka Pelatihan Pemandu Wisata, Internasional Fishing Turnamen jadi Pintu Promosikan Kutim
Meski demikian, pihak desa juga menyayangkan masih seringnya terjadi pemadaman listrik belakangan ini, yang menjadi kendala tersendiri bagi aktivitas warga.
Pihaknya berharap pelayanan dari pihak penyedia listrik dapat terus ditingkatkan ke depan agar kestabilan pasokan energi bagi masyarakat dan pelaku usaha dapat terjaga dengan baik. (Ek/As-Adv)






