BalikpapanDPRD KaltimPendidikan

La Ode Nasir Dampingi Gubernur Tinjau SMP IT Istiqamah Balikpapan

Korsa.id, Balikpapan – Anggota DPRD Kaltim La Ode Nasir mendampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam acara peninjauan SMP IT Istiqamah Balikpapan sekaligus menyerahkan insentif Jospol di SMP IT Istiqomah Balikpapan, Rabu (17/9/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara eksekutif dan legislatif dalam memperkuat sektor pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN. Acara yang berlangsung di lingkungan SMP IT Istiqamah Balikpapan disambut meriah oleh ratusan siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam suasana penuh semangat, Gubernur Kaltim memperkenalkan Program Jospol sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para guru swasta. Program ini memberikan insentif sebesar Rp 500 ribu per bulan kepada guru non-ASN di jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP, sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pendidik.

La Ode Nasir yang turut mendampingi Gubernur Kaltim menyampaikan, bahwa DPRD Kaltim mendukung penuh langkah eksekutif dalam memperkuat sektor pendidikan, khususnya melalui kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan guru swasta.

Baca juga :  SMP Favorit di PPU Kelebihan Siswa, Dinas Pendidikan Siapkan SMP 28 dan Sekolah Rakyat

“Kami di DPRD melihat bahwa kesejahteraan guru adalah fondasi utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada para pendidik,” ujarnya.

la menegaskan bahwa DPRD Kaltim tidak hanya hadir sebagai mitra pengawasan, tetapi juga sebagai garda pendukung kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya sektor pendidikan. “Kami percaya, bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Guru adalah ujung tombak perubahan, dan sudah sepatutnya mereka mendapatkan perhatian dan penghargaan yang layak,” ujar La Ode Nasir di sela kegiatan.

Politisi PKS ini juga menyampaikan bahwa DPRD akan terus mendorong agar program insentif ini tidak berhenti sebagai kebijakan jangka pendek, melainkan menjadi bagian dari sistem berkelanjutan yang terintegrasi dengan penganggaran daerah dan regulasi pendidikan.

Baca juga : 161 Medali Diraih SMP Negeri 21 PPU, Buktikan Kelas Khusus Olahraga Bisa Ukir Prestasi

“Kami akan mengawal agar program seperti Jospol ini tidak hanya berjalan, tapi berkembang. Kami ingin memastikan bahwa guru-guru kita, terutama yang non-ASN, tidak lagi merasa terpinggirkan dalam sistem pendidikan,” tegasnya. (Bo/Qad-Adv)

Baca Juga

Back to top button