Kutai TimurPendidikan

Disdikbud Kutim Targetkan Minimal Satu Guru Inklusi Per Sekolah

Korsa.id, Yogyakarta – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan bangganya atas terselenggaranya wisuda bagi para guru penerima beasiswa skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Wisuda ini juga sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan, salah satunya melalui program Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIMED).

Dimana Pemkab Kutim kini memiliki ratusan tenaga pendidik yang menyelesaikan studi jenjang Magister (S2) Pendidikan Inklusi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

“Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini kembali dilaksanakan wisuda untuk program Beasiswa Indonesia Emas Daerah, khususnya terkait dengan Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL program S2 Inklusi di Universitas Negeri Yogyakarta,” ujar Mulyono saat diwawancarai usai acara wisuda di GOR UNY, Sabtu (22/8/2026).

Baca juga : Disdikbud Kutim Tegaskan Program Beasiswa Jadi Pemicu Prestasi Anak Daerah

Mulyono menerangkan, program pengembangan kompetensi guru inklusi ini telah digulirkan secara konsisten oleh Pemkab Kutim sejak dua tahun lalu. Keberhasilan angkatan pertama yang dikirim pada tahun 2024 menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan dan memperluas jangkauan beasiswa.

“Program ini adalah untuk gelombang kedua atau angkatan kedua. Karena angkatan pertama kemarin yang kita mulai sejak tahun 2024, itu kita kuliahkan sebanyak 191 orang dan alhamdulillah semuanya lulus 100 persen di tahun 2025,” jelas Mulyono.

Pada angkatan kedua yang diberangkatkan tahun 2025, Pemkab Kutim mengirimkan sebanyak 300 tenaga pendidik. Dari total tersebut, sebanyak 297 guru dipastikan berhasil menuntaskan studi dengan baik dan resmi disematkan gelar magister.

“Tahun 2025 kemarin kita kirim sebanyak 300 orang. Nah, tapi yang lulus ini ada agak berkurang, ada tiga orang yang tidak bisa lulus. Satu orang meninggal dunia, satu orang karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk menyelesaikan, dan satu orang lagi ada sedikit permasalahan. Jadi ada tiga orang yang tidak ikut wisuda, dan insyaallah yang diwisuda adalah sebanyak 297 orang,” ungkapnya.

Baca juga : Terima 297 Guru Lulusan S2 UNY, Bupati : Tidak Ada Anak yang Lahir Bodoh, Setiap Anak Adalah Juara

Mulyono menegaskan, Pemkab Kutim tidak berhenti pada angkatan kedua. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran dan persiapan untuk kembali mengirimkan 300 guru pada angkatan ketiga tahun 2026 demi mewujudkan pemerataan layanan pendidikan inklusif di seluruh wilayah Kutai Timur.

“Tahun ini juga kita lanjutkan, kita kirim lagi sekitar 300 orang. Karena program ini bertujuan nanti dari 702 sekolah yang ada di Kutai Timur, dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP itu minimal punya satu guru inklusi. Harapan kita, anak-anak yang punya kebutuhan khusus bisa tertangani dengan baik di sekolah-sekolah negeri maupun sekolah umum,” tutup Kadisdikbud. (*/Put/As)

Baca Juga

Back to top button