KesehatanKutai TimurPariwara

Puncak Hari Anak Nasional, Bupati Ardiansyah Minta Akselerasi Penurunan Stunting

Korsa.id, Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, secara resmi meluncurkan program PENTAS Kutim (Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting) pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Minggu (26/7/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Puslatbang KMP LAN RI Makassar H. Muhammad Aswad, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (Kak Seto), Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kutim Siti Robiah, jajaran Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah.

Sejalan dengan tema HAN 2026 “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, program PENTAS Kutim mengintegrasikan deteksi dini berbasis teknologi informasi, intervensi medis, pemenuhan gizi, hingga edukasi keluarga yang digelar secara serentak dari tingkat desa hingga kabupaten.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya peran anak sebagai aset utama bangsa.

Baca juga : Mahulu Raih Juara Umum Jambore Pemuda Daerah Kaltim 2025, Siap Wakili ke Tingkat Nasional

“Hari Anak Nasional adalah saat yang tepat untuk kita semua merenungkan peran penting anak-anak. Mereka adalah aset berharga dan generasi penerus yang harus kita lindungi, cintai, dan beri perhatian khusus agar dapat tumbuh serta berkembang secara optimal,” ujar Ardiansyah.

Ia memberikan dukungan penuh atas hadirnya PENTAS Kutim sebagai langkah strategis dan masif untuk memangkas angka stunting di seluruh pelosok Kutai Timur secara terpadu.

Selain masalah kecukupan gizi, Bupati Ardiansyah memberikan perhatian khusus pada ancaman praktik perkawinan anak di bawah umur. Menurutnya, pernikahan dini berisiko memutus akses pendidikan anak, mengganggu kesehatan reproduksi, serta memicu tekanan ekonomi dan psikologis.

“Setiap anak di Kutim berhak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan mengejar impian setinggi-tingginya sebelum siap melangkah ke jenjang kehidupan berkeluarga. Masa kanak-kanak adalah masa untuk menanam cita-cita, bukan memikul beban dewasa secara prematur,” tegasnya.

Baca juga : Fasilitas WiFi Gratis di RSUD Kudungga Tingkatkan Kenyamanan Pengunjung

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan bahwa program inovatif ini dibentuk untuk menjamin pemantauan kesehatan seluruh anak di Kutim tanpa terkecuali.

“Pentas Kutim adalah gerakan pelayanan terpadu dan serentak. Lewat gerakan ini, kita ingin memastikan tidak ada satu pun balita maupun ibu hamil yang luput dari pemantauan gizi dan pelayanan kesehatan,” jelas dr. Yuwana.

Melalui peluncuran PENTAS Kutim, Pemkab Kutim berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dapat makin solid dalam menuntaskan persoalan stunting hingga ke wilayah pedalaman. (Ek/As)

Baca Juga

Back to top button