Kutai TimurPariwaraPolitik & Sosial

Rajut Kerukunan di Daerah, Kesbangpol Perkuat Garda FPK hingga Tingkat Kecamatan

Korsa.id, Sangatta – Keberagaman suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus dirawat sebagai modal utama pembangunan daerah.

Guna menjaga stabilitas sosial tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim menggelar Sarasehan Kebangsaan dan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan se-Kutim di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Senin (27/7/2026).

Mengusung tema ā€œMemperkuat Persatuan dalam Keberagaman untuk Mewujudkan Harmoni Sosial Menuju Kutai Timur Hebatā€, forum ini menjadi momentum krusial memperkokoh toleransi antarwarga di tengah dinamika pembangunan daerah.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, unsur Forkopimda, perwakilan Kemendagri, Densus 88 Anti Teror, pimpinan FPK Provinsi Kaltim, para camat dari 18 kecamatan, hingga tokoh adat dan lintas paguyuban.

Baca juga :Ā Bupati Kutim Resmi Lantik Pengurus FPK Periode 2024-2029

Ketua FPK Kutim, Albert, mengungkapkan kabar baik bahwa kelembagaan FPK kini telah terbentuk secara menyeluruh di seluruh 18 kecamatan di Kutim. Kepengurusan ini merangkul berbagai elemen heterogen, mulai dari tokoh masyarakat, adat, hingga organisasi kemasyarakatan.

“Keberadaan FPK kecamatan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan, membangun komunikasi lintas suku, agama, ras, dan budaya, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah,” terang Albert.

Tak sekadar konsolidasi internal, agenda ini juga dibekali materi edukatif dari Kemendagri dan Densus 88 Anti Teror untuk memperkuat wawasan kebangsaan serta membentengi masyarakat dari ancaman radikalisme dan potensi gesekan sosial.

Baca juga :Ā FPK Resmi Hadir di Kecamatan Tenggarong, Wadah Perkuat Nilai Kebangsaan di Masyarakat

Saat membuka acara secara resmi, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa perbedaan latar belakang masyarakat Kutim bukanlah celah pemisah, melainkan energi utama untuk melangkah menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya ditopang oleh megahnya infrastruktur fisik atau angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga rasa aman dan kedamaian di tengah warga.

“Kebersamaan dalam perbedaan adalah modal utama pembangunan. Bangsa Indonesia mampu merajut berbagai perbedaan menjadi kekuatan dalam bingkai NKRI,” tegas Ardiansyah.

Bupati mengapresiasi kondusivitas yang selama ini terjaga di Kutim. Ia berpesan agar pengurus FPK dan para tokoh paguyuban terus mengedepankan pendekatan dialogis dan semangat gotong royong dalam menyelesaikan setiap potensi masalah.

Baca juga :Ā Sarkowi Sampaikan Komitmen DPRD Kaltim Dukung Penuh Pengarusutamaan Gender

Melalui Rakor dan Sarasehan Kebangsaan ini, Pemkab Kutim berharap melahirkan rekomendasi strategis yang tidak hanya mempererat ikatan silaturahmi antarwarga, tetapi juga memperkokoh peran Kutim sebagai daerah yang aman, harmonis, dan siap menyongsong kemajuan bersama. (Ek/As)

Baca Juga

Back to top button