DesaKutai TimurPertanianPolitik & SosialRagam

Inovasi Pemeliharaan Jalan di Pedesaan, Membawa Rapichin Tembus Penilaian Camat Berprestasi

Korsa.id, Samarinda – Berawal dari keprihatinan terhadap akses jalan tanah sepanjang 19 kilometer yang kerap menghambat mobilitas warga, Camat Long Mesangat, Rapichin, sukses membawa nama Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ke tingkat provinsi.

Inovasi pola kolaborasi pemeliharaan jalan yang digagasnya berhasil mengantarkan Rapichin masuk dalam jajaran sembilan camat terbaik se-Kalimantan Timur pada ajang Penilaian Camat Berprestasi Tingkat Provinsi Kaltim 2026 di Claro Pandurata Hotel Samarinda, Senin (10/8/2026).

Langkah inovatif ini lahir dari alur panjang dalam merespons persoalan riil masyarakat di tingkat akar rumput hingga akhirnya diuji oleh Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (BPOD) Setda Provinsi Kaltim.

Inovasi kepemimpinan Camat Long Mesangat tidak terbangun secara instan, melainkan melalui alur proses yang sistematis dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Baca juga :Ā Hasdiah Jadi Camat Berprestasi Tingkat Kutim

Akses jalan tanah sepanjang 19 km di Long Mesangat merupakan urat nadi vital menuju sekolah, pusat ekonomi perkebunan sawit, serta penghubung antar-wilayah Muara Bengkal, Batu Ampar, Rantau Pulung, hingga Samarinda.

Kerusakan jalan berlubang kerap memicu keluhan hangat warga di media sosial dan pesan singkat karena anak-anak kesulitan menuju sekolah.

Menyadari pembangunan jalan permanen membutuhkan proses penganggaran bertahap dari pemerintah daerah, Rapichin mengambil langkah taktis untuk merawat jalan yang ada. Ia membangun pola sinergi dan komunikasi intensif bersama perusahaan swasta serta pengusaha lokal yang beroperasi di wilayahnya.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah kecamatan aktif memetakan titik-titik rawan kerusakan. Ketika ditemukan kerusakan, kecamatan berkoordinasi dengan pelaku usaha. Dukungan mengalir secara konkret: perusahaan menyediakan alat berat untuk meratakan jalan, bantuan bahan bakar minyak (BBM), hingga dukungan dana sesuai kemampuan.

Pola ini terbukti efektif menjaga kelancaran akses jalan tanpa harus menunggu kerusakan parah. Keluhan masyarakat di media sosial meredam, aktivitas bersekolah kembali lancar, dan distribusi hasil perkebunan warga berjalan tanpa hambatan.

Keberhasilan memobilisasi peran dunia usaha dalam menjaga fasilitas publik ini dipaparkan Rapichin di hadapan tim penguji Provinsi Kaltim sebagai model kepemimpinan kolaboratif yang responsif.

Baca juga :Ā TP-PKK Kutim Tampil Mengesankan, Enam Kategori Lomba Berhasil Dibawa Pulang

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPOD Setda Provinsi Kaltim, Imanuddin, menegaskan bahwa ajang Penilaian Camat Berprestasi bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan seorang camat dalam mengayomi masyarakat serta menghadirkan terobosan dalam pelayanan publik.

“Penilaian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan camat dalam menjalankan tugas dan mengayomi masyarakat, sekaligus menjadi wadah pembinaan dan memberikan reward kepada Camat Berprestasi. Kita mendorong para camat mengembangkan inovasi dan kreativitas,” terang Imanuddin saat membuka kegiatan.

Menanggapi presentasinya di tingkat provinsi, Rapichin menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan untuk menggantikan pembangunan jalan permanen oleh pemda, melainkan solusi taktis agar nadi kehidupan masyarakat tidak terhenti.

Baca juga : Kecamatan Long Mesangat Bisa Cetak KTP-el

“Kami fokus pada kepedulian merawat akses transportasi. Yang kami lakukan adalah mengoordinasikan perusahaan dan pengusaha lokal agar bersama-sama memelihara kondisi jalan. Alhamdulillah responsnya bagus, ketika kami berkomunikasi, mereka selalu siap membantu,” ujar Rapichin.

melalui kepemimpinan berbasis solusi ini, Kecamatan Long Mesangat membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur dapat diatasi melalui komunikasi yang efektif, kemitraan yang kuat, dan kepedulian nyata terhadap kebutuhan warga. (Sy/As)

Baca Juga

Back to top button