Wabup Mahyunadi Minta Anggaran KPAD Tidak Hanya untuk Seremonial, Tapi Penanggulangan HIV/AIDS
Korsa.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS.
Langkah strategis ini dimatangkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Penanggulangan HIV yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Senin (10/8/2026).
Rakor yang diinisiasi Dinas Kesehatan ini menghadirkan jajaran instansi teknis mulai dari OPD terkait, KPAD Kutim, Kemenag, Satpol PP, hingga Komunitas Mahakam Plus guna menyatukan visi dan komitmen penanganan.
Mahyunadi yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutim menegaskan, pemerintah daerah kini berfokus pada eksekusi program dan tidak lagi sebatas mendiskusikan besarnya persoalan.
Baca juga :Ā Novel : Libatkan Stakeholder di Raperda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS
“Hari ini kita rapat untuk membahas aksi nyata terhadap penanganan AIDS. Tentunya kalau kita ingin melakukan aksi itu, banyak pihak yang berkaitan. Kita tidak ingin aksi yang kita lakukan serampangan dan berjalan masing-masing, sehingga dikhawatirkan tumpang tindih,” ujar Mahyunadi.
Selain sinkronisasi dan pembagian peran yang jelas antar-OPD, transparansi serta efektivitas penggunaan anggaran menjadi poin krusial yang digarisbawahi. Mahyunadi mewanti-wanti agar alokasi dana tidak dihabiskan untuk kegiatan pendukung atau seremonial semata.
“Jangan sampai anggaran KPAD ini lebih banyak untuk penopang-penopang saja, tetapi tidak memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak,” tegasnya.
Lebih jauh, Wabup menekankan pentingnya strategi penanganan yang berimbang antara hulu dan hilir. Penanggulangan tidak boleh hanya terfokus pada pendampingan Orang dengan HIV (ODHIV) di hilir, melainkan harus dibarengi pemberantasan faktor risiko di sisi hulu, seperti pergaulan bebas dan prostitusi.
Baca juga :Ā Tekan Kasus HIV/AIDS, Pemkab Kutim Susun Rencana Aksi Lintas Sektor Berbasis Hulu-Hilir
Guna menunjang langkah tersebut, Pemkab Kutim telah mengantongi peta lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan penularan.
Peta ini akan dijadikan acuan utama dalam penataan serta pengetatan pengawasan terhadap tempat hiburan malam (THM) berizin maupun tak berizin di seluruh wilayah Kutim, dengan melibatkan aparat penegak hukum saat penindakan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, berharap Rakor ini dapat melahirkan komitmen kuat dan masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan, sehingga penanggulangan HIV/AIDS di Kutai Timur dapat berjalan terukur, tepat sasaran, dan membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Rakor ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam upaya penanggulangan HIV. Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan masukan serta memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program penanggulangan HIV di Kutim,” singkatnya.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, Pemkab Kutim menargetkan penanganan HIV/AIDS tidak berhenti pada perencanaan, tetapi diterjemahkan menjadi aksi lintas sektor yang terukur, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung. (Ek/As)






