Kutai TimurPariwaraRagam

Festival UFAH Desa Miau Baru Suguhkan Pesona Budaya Dayak Kayan

Korsa.id, Kongbeng – Alunan sape dan hentakan kaki berirama menggema memecah suasana di bawah rindangnya pepohonan Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kutai Timur (Kutim), Minggu (9/8/2026).

Ribuan warga tumpah ruah mengenakan busana adat guna merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Desa Miau Baru sekaligus perhelatan budaya tahunan, Festival UFAH 2026.

Bagi masyarakat Dayak Kayan setempat, Festival UFAH merupakan altar rasa syukur atas limpahan hasil bumi, ruang sakral pemohonan berkah bagi generasi penerus melalui tradisi pemberkatan bayi, hingga momentum merajut kembali simpul persaudaraan warga lintas generasi.

Perhelatan berlangsung khidmat dan meriah dengan hadirnya jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh-tokoh adat lintas paguyuban, mulai dari tokoh Dayak, perwakilan Ormas seperti Simpekat Keroan dan Remaong Koetai Berjaya, hingga tokoh adat Jawa.

Kehadiran para pimpinan daerah, termasuk Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman didampingi Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah, serta Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, makin menegaskan kebudayaan sebagai rumah bersama.

Baca juga :Ā Polres Kutim Gagalkan Peredaran 92 Kg Sabu Jaringan Nasional

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi warga Miau Baru yang terus berdiri kokoh pada akar tradisinya di tengah gempuran modernisasi. Ia menegaskan bahwa kekayaan budaya merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah.

“Budaya merupakan tolok ukur pertama dan bangunan pertama dalam kita mengukur pembangunan Kutai Timur,” ujar Ardiansyah di sela-sela kegiatan.

Ardiansyah menambahkan, kontribusi adat dan budaya sangat besar bagi Kabupaten Kutim yang dihuni oleh beragam suku bangsa, di mana kearifan lokal berfungsi efektif sebagai perekat sosial.

Baca juga :Ā Kharisma Event Nusantar Melalui Budaya Lom Plai Wehea

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi turut memuji konsistensi masyarakat Desa Miau Baru dalam merawat identitas kultural mereka. Ia berharap agenda yang masuk dalam kalender tahunan Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim ini dapat terus terselenggara secara berkelanjutan.

Kepala Desa Miau Baru, Luis Langet, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya kepada panitia, peserta, serta donatur yang bergotong royong menyukseskan acara.

Semangat kebersamaan ini juga didukung penuh oleh Camat Kombeng, Petrus Ipung, yang mengajak seluruh warga untuk terus mendukung arah pembangunan daerah yang selaras dengan pelestarian budaya.

Baca juga :Ā Polsek Kongbeng Amankan Ratusan Botol Miras Guna Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah

Rangkaian prosesi adat dan pertunjukan tari khas Dayak Kayan dalam Festival UFAH 2026 ini kembali menegaskan pesan penting dari Miau Baru bagi seluruh wilayah Kutim, bahwa kemajuan zaman dan modernitas dapat berjalan berdampingan tanpa harus mengikis akar budaya bangsa. (Ek/As)

Baca Juga

Back to top button