Dua Emas Woodball Warnai Kejutan Kutim pada POPDA XVII Kaltim

Korsa.id, Penajam Paser Utara – Riuh di Lapangan Kompi C Simpang Petung perlahan mereda, namun gema prestasi atlet woodball Kutai Timur (Kutim) masih jelas terdengar. Dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Penajam Paser Utara (PPU), kontingen kecil Kutim pulang dengan senyum bangga. Dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu berhasil mereka bawa pulang sebagai bukti kerja keras dan keteguhan hati.
Meski woodball kali ini hanya berstatus sebagai cabang eksibisi, minat penonton dan kontingen tetap tinggi. Dari tujuh kabupaten/kota yang ikut serta, Kutim mampu mengamankan posisi ketiga perolehan medali. Mereka berada tepat di bawah Kutai Kartanegara yang meraih empat emas dan tuan rumah PPU dengan tujuh emas.
Bagi Kutim, pencapaian ini tidak hanya sebatas daftar perolehan medali. Ada optimisme baru yang tumbuh, bahwa arah pembinaan olahraga yang sedang dijalankan mulai menunjukkan hasil nyata. Dengan hanya enam atlet, Kutim tampil dalam kondisi yang serba terbatas. Namun dari lapangan yang licin hingga hujan tipis yang turun sesekali, para atlet tetap menunjukkan konsistensi dan mental bertanding yang kuat.
Arya, official teknik woodball Kutim, menilai pencapaian ini justru menjadi batu loncatan awal.
“Dengan kuota hanya 6 atlet dan regulasi yang membatasi setiap atlet mengikuti maksimal 2 nomor yang sama (kategori stroke dan fairway), kami hanya mampu turun di 7 dari total 14 nomor tanding. Setiap nomor pun hanya bisa diwakili 1 orang atau 1 pasangan. Ini jelas menjadi kendala, karena daerah lain bisa menurunkan 4 atlet untuk single dan 2 pasangan untuk double,” terangnya.
Meski begitu, ia menegaskan tidak ada rasa kecewa. Menurutnya, POPDA tahun ini menjadi ruang pembuktian sekaligus tolok ukur pembinaan usia dini. Ia percaya Kutim memiliki bibit-bibit yang menjanjikan, tinggal bagaimana proses latihan dijalankan lebih serius dan berkesinambungan.
Eksibisi woodball POPDA XVII berlangsung pada 18–21 November 2025. Dari hari ke hari, nama atlet Kutim perlahan mencuri perhatian. Mailin tampil memukau dengan menyabet emas di nomor single fairway. Medali emas kedua disumbangkan oleh duet Nisa dan Noni di nomor double stroke. Riski Damar turut mempersembahkan perak di kategori double stroke, sementara Mailin kembali naik podium bersama Neilzhen untuk meraih perunggu di nomor double mix fairway.
Melengkapi perjalanan tim, Rahman, Ketua Woodball Kutim, mengingatkan bahwa prestasi ini hanyalah permulaan.
“Masih banyak yang harus dibenahi. Jangan sampai euforia menghambat proses pembinaan. Kemenangan hari ini tidak otomatis menjamin prestasi besok, kecuali kita barengi dengan latihan yang lebih fokus dan disiplin,” pesannya.
Kini POPDA telah ditutup, namun tantangan justru baru dimulai. Kutim tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga harapan besar terhadap masa depan woodball daerah. Jika pembinaan berjalan lebih matang, bukan mustahil nama-nama atlet muda ini kelak muncul di panggung nasional bahkan internasional.
Untuk saat ini, empat medali itu cukup menjadi penanda bahwa dari kontingen kecil pun bisa lahir sinar yang paling terang.(Adv)






