Swarga Bara Jadi Desa Layak Anak Terbaik, Bukti Sinergi Pemerintah dan Warga

Korsa.id, Sangatta – Komitmen Desa Swarga Bara dalam membangun lingkungan yang ramah dan aman bagi anak kembali berbuah manis. Desa yang dipimpin oleh Kepala Desa Wahyuddin Usman ini berhasil meraih Juara 1 Desa Layak Anak (Dekela) pada peringatan HUT Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ke-26.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat, bersih, dan bebas dari kekerasan bagi generasi muda. Wahyuddin menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan aktif seluruh elemen desa, mulai dari pemerintah, kader PKK, hingga lembaga pendidikan dan kesehatan.
“Kami memiliki komitmen kuat agar setiap anak di Suwarga Bara mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembangnya. Ini bukan hanya kerja pemerintah, tapi hasil gotong royong seluruh warga,” ujar Wahyuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/11/2025).
Lebih dari sekadar penghargaan, Wahyuddin menilai predikat Desa Layak Anak menjadi motivasi untuk terus memperkuat program pemberdayaan keluarga, terutama dalam hal pencegahan kekerasan, pendidikan karakter, dan kesehatan anak.
Baca Juga:Balai Desa Kelinjau Ilir Resmi Beroperasi, Bupati Kutim Apresiasi Pembangunan Swakelola Warga
Salah satu fokus penting yang kini tengah digalakkan adalah penanganan stunting. Meski data terbaru menunjukkan adanya peningkatan kasus, Wahyuddin menegaskan bahwa hal tersebut justru menunjukkan perbaikan sistem pendataan yang lebih akurat.
“Naiknya angka bukan tanda kegagalan, tapi bukti bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya datang ke posyandu dan memeriksakan anaknya,” jelasnya.
Pemerintah desa pun langsung menindaklanjuti temuan tersebut dengan memperkuat intervensi gizi bagi balita dan ibu hamil, termasuk distribusi vitamin serta penyediaan makanan tambahan bergizi. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan angka risiko stunting secara bertahap.
“Target kami sederhana: tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi, tidak ada keluarga yang berisiko stunting. Semua anak di Suwarga Bara harus tumbuh sehat dan bahagia,” tegasnya.
Melalui kolaborasi masyarakat, lembaga kesehatan, dan pemerintah desa, Suwarga Bara bertekad menjadi contoh nyata bahwa desa yang peduli anak adalah fondasi bagi masa depan Kutai Timur yang lebih tangguh dan berdaya saing.(Adv)






