Ribuan Warga Kutim Ikuti Shalat Istisqa dan Doa Mohon Diturunkan Hujan
Korsa.id, Sangatta – Ribuan warga yang terdiri dari masyarakat umum, tokoh agama, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pelajar memadati halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, Sangatta. Untuk mengikuti Shalat Istisqa dan doa bersama memohon rahmat Allah SWT agar hujan segera mengguyur wilayah Kutai Timur.
Kegiatan ibadah tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, didampingi Ketua DPRD Kutim Jimmi, unsur Forkopimda dan kepala OPD.
Dalam arahannya di hadapan ribuan jamaah, Mahyunadi menekankan pentingnya pelaksanaan Shalat Istisqa meski beberapa hari terakhir sempat turun hujan gerimis di sejumlah titik.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan analisis historis, Kutai Timur memiliki siklus kemarau panjang berkisar antara 14 hingga 15 tahun, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1997 serta periode 2014ā2015. Dengan memasuki tahun 2026, potensi terjadinya fenomena serupa perlu diantisipasi secara spiritual dan sosial.
Baca juga :Ā Bacakan Sambutan Bupati, Wabup Kasmidi Salat Id di Masjid At Taubah
“Kemarau saat ini baru tahap awal jika melihat pola siklusnya. Hujan tipis beberapa hari lalu bisa jadi merupakan sisa dari ujung musim hujan sebelumnya. Pada tahun 2007 dan 2015 lalu, pemerintah daerah tidak menginisiasi Shalat Istisqa secara berjamaah. Hari ini kita tidak ingin mengulangi hal itu, kita berdoa bersama agar dampak kemarau tidak bertambah panjang,” ujar Mahyunadi dalam sambutannya.
Mahyunadi menambahkan, apabila dalam waktu dekat hujan belum juga turun, Pemkab Kutim berkomitmen untuk kembali menggelar Shalat Istisqa secara bergelombang. Menurutnya, berkumpulnya masyarakat hari ini merupakan bentuk pengakuan atas keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.
“Manusia boleh memiliki teknologi, ilmu pengetahuan, bendungan, hingga prediksi cuaca. Namun, tidak ada satu pun manusia yang mampu menurunkan satu tetes air hujan dari langit tanpa kehendak Allah SWT,” tegasnya.
Mengutip Surah Asy-Syura Ayat 28, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk memperbanyak istighfar, mengoreksi diri, serta memohon perlindungan dari ancaman kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
Baca juga :Ā Musim Hujan Tekan Karhutla, BPBD Kutim Minta Warga Tetap Waspada
“Dan Dialah (Allah) yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah yang maha pelindung lagi maha terpuji. Jadi Allah lah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa. Kita harapkan hari ini kita betul-betul merendahkan diri kepada Allah,” tambahnya Wabup.
Rangkaian acara ditutup dengan pemanjatan doa bersama secara khusyuk, memohon penurunan hujan yang membawa keberkahan, menyuburkan lahan pertanian, mengisi ketersediaan air sungai, serta menjaga stabilitas wilayah Kutai Timur dari berbagai bencana.
“Kita beristigfar kepada Allah. Agar Allah menurunkan hujan kepada kita semuanya. Kita beristigfar kepada Allah atas dosa-dosa pribadi kita. Atas kekhilafan kita sebagai masyarakat dan bagi kami pemerintah ,agar diberikan amanah dalam pemerintahan,” tutup Wabup. (Ek/As-Adv)






