Helikopter H-225M Caracal Dikerahkan untuk Water Bombing Karhutla di Sekitar Kawasan IKN
Korsa.id, Penajam – Upaya memutus penyebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), bergerak cepat dan masif.
Pada Sabtu (5/9/2026), Satgas Gabungan mengarahkan operasi terpadu dari udara dan darat guna memastikan api tak merembet ke permukiman maupun area pembangunan vital.
Guna menjangkau titik-titik kritis, helikopter H-225M Caracal milik Skadron 8 Lanud Atang Sandjaja dikerahkan khusus dari Baseops Lanud Dhomber Balikpapan atas permintaan Otorita IKN dan BNPB.
Dalam sekali angkut, helikopter ini membawa sekitar dua ton air yang diambil langsung dari void bekas tambang di sekitar lokasi untuk membombardir titik panas dari udara.
Baca juga :Ā Hasanuddin Masāud Usul Siagakan Helikopter untuk Transportasi ke Mahakam Ulu
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Sumadilaga, mengungkapkan bahwa fokus penanganan diprioritaskan pada lima kawasan rawan. Mulai dari Bukit Tengkorak, Bukit Merdeka, Ruas Jalan Tol KM 49 hingga KM 50 dan Kawasan Wonotirto.
“Sejak awal kami sudah mengidentifikasi beberapa titik api. Namun perkembangannya dari jam ke jam sangat dinamis. Yang agak dekat permukiman itu daerah Wonotirto. Intinya jangan sampai ini meluas, lebih awal lebih baik preventif kita lakukan,” tegas Danis.
Gempuran udara (water bombing) menunjukkan hasil positif. Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, mengonfirmasi bahwa setelah dua sorti penerbangan, titik api berkategori merah (high confidence) sudah tidak terdeteksi di wilayah IKN.
Baca juga :Kunjungan Kerja Wakil Kepala BIN Bertemu Bupati PPU dan Kepala OIKN di IKN
Kendati demikian, pergerakan titik api yang dinamis menuntut pembaruan data koordinat secara real-time dari tim darat agar setiap penjatuhan air tepat sasaran.
Di darat, operasi dipimpin langsung oleh Dandim 0913/PPU Letkol Inf. Fandy Satria. Personel gabungan dari Kodim 0913/PPU, Polres PPU, BPBD PPU, dan Otorita IKN terus menyisir area terdampak.
Menggunakan armada pemadam hingga metode manual di medan sulit, tim memadamkan sisa bara demi mencegah munculnya kobaran baru. Sinergi ini menjadi benteng utama menjaga keamanan warga, kelestarian lingkungan, serta kelancaran pembangunan Ibu Kota Nusantara. (*/Put/As)





