Bupati Ardiansyah Sulaiman Dorong BAZNAS Jadi Penopang Utama Keselamatan Sosial
Korsa.id, Samarinda – Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kerap menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjangkau seluruh persoalan sosial di masyarakat.
Di tengah celah tersebut, potensi zakat yang dikelola secara profesional dan akuntabel diyakini mampu menjadi benteng penopang utama dalam memperluas jangkauan bantuan sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi warga.
Gagasan strategis tersebut ditegaskan oleh Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan BAZNAS Strategic Development pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Kalimantan Timur di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin malam (10/8/2026).
Bagi Ardiansyah, Rakorda yang berlangsung hingga Kamis (13/8/2026) ini bukan sekadar pertemuan rutin tahunan.
Forum ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan inovasi baru agar peran BAZNAS di lapangan semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.
“Makanya di dalam rakor ini kita harapkan ada strategi-strategi terbaru lagi dalam rangka pengembangan BAZNAS dan perannya di lapangan,” tegas Bupati Ardiansyah.
Baca juga :Ā Pemkab Kutim Hadiri Rakorda Baznas se Kaltim
Ardiansyah memandang BAZNAS sebagai mitra strategis yang tak terpisahkan dari Pemerintah Kabupaten Kutim. Ia menjelaskan bahwa kemampuan pemerintah daerah dalam menyelesaikan seluruh masalah sosial memiliki keterbatasan, terutama karena setiap program dan pembiayaan daerah harus menyesuaikan dengan skema anggaran yang ada.
Di situlah BAZNAS masuk mengambil peran cepat. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan baik terbukti efektif menjadi penyangga darurat ketika bencana mendadak seperti musibah kebakaran maupun banjir menerpa warga.
“Selama ini, bagi Kutai Timur saya kira kita sudah maksimal. Alhamdulillah, banyak hal yang memang memberikan kontribusi terbaik dalam kegiatan sosial masyarakat, terutama kaitannya dengan program-program sosial kita di masyarakat,” lanjut Ardiansyah.
Bantuan cepat BAZNAS bagi korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda menjadi penolong awal sebelum bantuan teknis pemerintah turun sepenuhnya.
Baca juga :Ā 89 Anak Yatim di Karangan Terima Bantuan BAZNAS Diserahkan Bupati Kutim, Masing-Masing Dapat Rp1 Juta
Tidak berhenti pada aksi tanggap darurat, dana zakat di Kutim juga terbukti konsisten menyokong sektor pendidikan anak kurang mampu serta pemberdayaan ekonomi masyarakat agar berdaya secara mandiri.
Untuk memperkuat peran vital tersebut, Ardiansyah menggarisbawahi pentingnya penguatan kelembagaan dan tata kelola. Menurutnya, modal paling utama yang harus dimiliki lembaga zakat adalah public trust atau kepercayaan publik.
Semakin transparan dan akuntabel pengelolaannya, semakin besar partisipasi masyarakat untuk menyalurkan zakatnya, yang pada akhirnya memperluas manfaat (maslahat) bagi sesama.
Baca juga :Ā Resmikan Gedung Baznas Kukar, Edi Minta Jaga Kepercayaan Umat
Pembukaan Rakorda BAZNAS se-Kaltim ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. Acara turut dihadiri oleh Wakil Ketua BAZNAS RI Sainut Tauhid Saāadi, Wali Kota Bontang Hj Neni Moerniaeni, Ketua BAZNAS Kaltim Ahmad Nabhan, serta pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Kaltim, termasuk Ketua BAZNAS Kutim Masnip Sofwan.
Melalui konsolidasi ini, Bupati Ardiansyah berharap BAZNAS Kutim dan seluruh daerah di Kaltim melahirkan terobosan baru yang mampu menjadikan zakat sebagai jembatan sosial yang kokoh, menghubungkan kepedulian masyarakat yang berkecukupan dengan kebutuhan warga yang membutuhkan bantuan. (Put/As-Adv)






