DesaDiskominfo KutimKutai Timur

DPUPR Kutim Tingkatkan Drainase di Sangatta Utara, Perumdam TTB Bentuk Tim untuk Amankan Jaringan Pipa Air

Korsa.id, Sangatta – Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim) membentuk tim pendamping untuk mengamankan jaringan perpipaan dan aset perusahaan selama pekerjaan peningkatan drainase di Jalan Yos Sudarso I hingga Jalan Gajah Mada, Kecamatan Sangatta Utara.

Langkah ini merupakan bentuk dukungan Perumdam Kutim terhadap pembangunan infrastruktur daerah sekaligus upaya mencegah kerusakan jaringan distribusi air bersih akibat aktivitas penggalian dan konstruksi.

Pembentukan tim tersebut menindaklanjuti surat pemberitahuan dan permintaan pendampingan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kutai Timur tertanggal 16 Oktober 2026, dengan nomor B-600.1.4.2/936/DPUPR.SDA.

Menindaklanjuti surat tersebut, Perumdam Kutim membentuk tim pendamping proyek pada 27 Oktober 2026. Tim terdiri atas ketua dan pengurus, koordinator pengawasan dan perbaikan, serta koordinator perlengkapan dan kehumasan.

Tim mulai bertugas di lapangan pada Jumat (30/10/2026), bertepatan dengan dimulainya pekerjaan peningkatan drainase oleh DPUPR Kutim.

Baca juga :Ā Perumdam TTB Kutim Bangun Intake Ponton, Demi Jaga Ketersediaan Air Bersih di Musim Kemarau

Sebelum pekerjaan berlangsung, Asisten Manajer Transmisi dan Distribusi Perumdam Kutim, Syamsul Bachri, mengingatkan seluruh personel agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan jaringan pipa di sekitar lokasi penggalian.

Melalui grup komunikasi tim pendampingan, Syamsul menyampaikan bahwa pekerjaan DPUPR dijadwalkan mulai pukul 08.00 WITA di depan kawasan Gang Bumi Ayu. Ia meminta petugas memperhatikan titik penggalian yang berdekatan dengan jaringan pipa berdiameter 4 inci dan 2 inci, serta pipa crossing berdiameter 6 inci di depan kawasan Indomaret.

ā€œPekerjaan DPUPR dijadwalkan mulai pukul 08.00 WITA, tepat di depan kawasan Gang Bumi Ayu. Petugas agar memperhatikan titik penggalian yang berdekatan dengan jaringan pipa berukuran 4 inci dan 2 inci serta jaringan pipa crossing berukuran 6 inci di depan kawasan Indomaret,ā€ pesannya. Syamsul merupakan mantan Kepala Unit Muara Wahau.

Untuk memastikan pengawasan berlangsung selama 24 jam, Perumdam Kutim membagi jadwal personel ke dalam tiga shift, yaitu pukul 07.00–15.00 WITA, pukul 15.00–23.00 WITA, dan pukul 23.00–07.00 WITA.

Baca juga :Ā Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim Jajaki Bisnis AMDK

ā€œKhusus petugas shift malam, absensi dilakukan secara manual. Personel yang berhalangan hadir harus berkoordinasi dengan koordinator masing-masing paling lambat satu hari sebelumnya agar dapat disiapkan petugas pengganti,ā€ pintanya.

Syamsul juga meminta bagian perlengkapan dan kehumasan aktif mendukung kegiatan pendampingan. Dukungan tersebut meliputi penyiapan perlengkapan, pemenuhan kebutuhan operasional di lapangan, serta dokumentasi seluruh rangkaian pekerjaan.

Ia menegaskan bahwa setiap perkembangan, kendala, dan permasalahan di lapangan harus segera dilaporkan melalui grup komunikasi tim pendampingan.

ā€œSeluruh informasi harus terdokumentasi dengan baik agar dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut,ā€ jelasnya melalui grup Tim Pendampingan, Sabtu (31/10/2026).

Adapun tugas utama tim meliputi koordinasi teknis dengan DPUPR Bidang Sumber Daya Air, identifikasi dan pengawasan jaringan perpipaan serta aset Perumdam di sekitar lokasi proyek. Tim juga bertanggung jawab mengamankan jaringan dari potensi kerusakan akibat aktivitas konstruksi dan mendampingi proses pemindahan pipa apabila diperlukan.

Selain pengawasan teknis, tim bertugas menyiapkan perlengkapan pendukung dan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada Direksi Perumdam Kutim sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.

Baca juga :Ā Krisis Air Bersih Teratasi, Camat Sangkulirang Apresiasi Sinergi Lintas Pihak

Pekerjaan peningkatan drainase ini merupakan kegiatan Tahun Anggaran 2026–2027 dengan masa pelaksanaan 413 hari kalender berdasarkan kontrak nomor B-600.1.4.2/927/DPUPR.SDA. Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT RNA Pratama Mandiri dengan Mohammad Robi’ul Mattaqin sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Melalui pembentukan tim pendampingan ini, Perumdam Kutim memastikan pembangunan infrastruktur daerah dapat berjalan beriringan dengan perlindungan aset perusahaan dan keberlangsungan pelayanan air bersih.

Sinergi antara DPUPR, kontraktor pelaksana, dan Perumdam Kutim diharapkan mampu mencegah gangguan jaringan perpipaan sehingga pekerjaan drainase dapat terlaksana dengan aman tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat. (Put/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button