DesaEkonomiKutai Timur

Resmikan Listrik 24 Jam di Desa Senambah dan Mulupan, Bupati Kutim Targetkan Elektrifikasi Tuntas Hingga 2027

Korsa.id, Muara Bengkal – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, meresmikan langsung pengoperasian listrik 24 jam untuk Desa Senambah dan Desa Mulupan yang dirangkai dalam peringatan HUT ke-76 Desa Senambah di Lapangan Sepak Bola Senambah, Rabu (29/7/2026).

Peresmian ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim bersama PLN dalam mengakselerasi Program Listrik Desa (Lisdes) hingga ke wilayah pedalaman.

Bupati Ardiansyah menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas sektor yang telah terjalin. Ia mengungkapkan bahwa penuntasan jaringan di Kecamatan Muara Bengkal menjadi capaian penting dalam mewujudkan pemerataan energi bagi masyarakat.

“Untuk Kecamatan Muara Bengkal, alhamdulillah seluruh desa kini sudah terelektrikasi 100 persen. Dengan tuntasnya target tahun ini, nantinya hanya tersisa 3 desa saja yang belum teraliri listrik PLN, yaitu Desa Sandaran, Tanjung Mangkalihat, dan Pulau Miang. Ketiga desa tersebut akan kita targetkan tuntas secara menyeluruh pada tahun 2027,” ujar Ardiansyah.

Baca juga :Ā Subandi Dukung Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di TPA Sambutan

Meskipun postur APBD Kutim mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran pusat dari Rp9 triliun menjadi Rp5,7 triliun, Ardiansyah menegaskan komitmen Pemkab Kutim tidak akan surut dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk listrik, air bersih, dan jalan.

Sementara itu, Kepala PLN UP3 Bontang, Sri Wahyuningsih, mengungkapkan bahwa capaian Rasio Elektrifikasi di Kutai Timur mengalami lompatan drastis. Setelah berhasil naik dari 81,56 persen menjadi 90,78 persen pada 2025 lewat masuknya listrik di 15 desa, pihaknya kini membidik target yang lebih besar di tahun 2026.

“Untuk tahun 2026 ini, terdapat 31 titik lokasi yang menjadi sasaran penuntasan pembangunan jaringan baru PLN. Jika 31 titik ini berhasil dialiri listrik, maka Rasio Elektrifikasi Kutai Timur akan melonjak drastis mencapai 97,87 persen,” jelas Sri Wahyuningsih.

Baca juga :Ā Desa Muara Bengalon Dapat Listrik PLN 24 Jam

Ia menambahkan, keberhasilan penarikan jaringan hingga ke pelosok Muara Bengkal tidak lepas dari dukungan Pemkab Kutim, pihak swasta dalam penyediaan alat berat, serta aksi gotong royong warga dalam pembersihan jalur jaringan (Right of Way/ROW).

Kolaborasi ini terbukti efektif mengatasi kendala geografis demi menghadirkan pasokan listrik yang stabil bagi warga pedalaman. (Sy/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button