DesaEkonomiKutai Timur

Diskop UMKM Kutim Genjot 4 Komoditas Unggulan Tembus Pasar Dunia

Korsa.id, Sangatta – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menetapkan empat komoditas unggulan daerah sebagai prioritas pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Langkah strategis ini berfokus pada hilirisasi agar hasil bumi Kutim tidak lagi dijual sekadar bahan baku mentah, melainkan olahan bernilai jual tinggi.

Kepala Diskop dan UMKM Kutim, Marhadyn, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendampingi para pelaku usaha dan petani lokal dalam mengolah potensi daerah agar mampu memicu nilai tambah ekonomi.

“Yang pertama itu adalah nanas Himba yang memiliki produk turunan berupa serat daun nanas, manisan, dan minuman olahan. Kemudian ada pisang grecek, kakao, dan gula aren yang juga menjadi fokus pengembangan kami,” ujar Marhadyn.

Baca juga :Ā Diskop UKM Luncurkan Akses Cepat Data Koperasi Melalui Barcode & Link Digital

Diskop UMKM Kutim memetakan fokus pengembangan pada keempat komoditas unggulan tersebut secara detail:

  • Nanas Himba (Nanas & Serat Daun), Tidak hanya menyasar pengolahan daging buah menjadi manisan dan minuman segar, bagian daun nanas Himba kini dimanfaatkan menjadi serat tekstil bernilai tinggi yang diproyeksikan sebagai bahan baku industri.

  • Pisang Grecek.Ā Berpusat di sentra budidaya Kecamatan Kaubun dan Kaliorang, olahan pisang grecek seperti merek Kalbana dan Fruity Box sukses menembus pasar internasional hingga ke Belgia. Ke depan, pisang ini juga diolah menjadi tepung pisang untuk memperluas peluang ekspor.

  • Kakao (Cokelat Premium Karangan–Pengadan),Ā Berasal dari sentra kakao di Kecamatan Karangan, Kaubun, dan Pengadan, produk turunan kakao diarahkan menjadi olahan cokelat kemasan premium seperti Coklat Mantan dan Borco Chocolate.

  • Gula Aren (Transformasi Menjadi Gula Semut),Ā Mendorong pengrajin gula aren tradisional untuk beralih memproduksi gula semut (palm sugar) berbentuk kristal yang memiliki masa simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi di pasar modern.

Marhadyn menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi keempat komoditas ini mensyaratkan kolaborasi erat dan pembagian peran yang jelas antar-Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkab Kutim.

Baca juga :Ā Bupati Serahkan Bantuan Peralatan UMKM

“Kami ingin semua bergerak bersama. Jangan ada lagi tumpang tindih program atau saling mengklaim. Masing-masing perangkat daerah harus mengambil perannya sesuai tugas dan kewenangannya agar potensi yang dimiliki Kutai Timur benar-benar bisa berkembang,” tegas Marhadyn.

Melalui pendampingan berkelanjutan dari rantai produksi hingga pemasaran, Diskop UMKM Kutim optimistis produk olahan empat komoditas ini tak hanya menguasai pasar lokal, tetapi juga terus memperluas jangkauan ekspor ke mancanegara. (Put/As-Adv)

Back to top button