Bupati dan Dandim Tegaskan Pentingnya Percepatan Pembangunan Jembatan di Kutim
Korsa.id, Sangatta – Keberadaan jembatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bukan sekadar sarana penyeberangan fisik, melainkan urat nadi vital yang menghubungkan akses pendidikan, mobilitas warga, hingga distribusi ekonomi perdesaan.
Pentingnya percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur penghubung ini ditegaskan oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dalam dialog interaktif Podcast Cerdas RPD Kutim, Rabu (12/8/2026).
Bupati Ardiansyah menjelaskan bahwa kondisi geografis Kutai Timur yang dipenuhi oleh perlintasan sungai di hampir seluruh kecamatan menjadikan jembatan sebagai infrastruktur yang tak bisa ditawar.
“Kutim ini banyak sungainya. Di masing-masing kecamatan ada sungai,” ujar Ardiansyah.
Baca juga :Ā Masyarakat Sebulu Ingin Pembangunan Jembatan, Dinas PU Kukar Realisasikan Tahun Ini
Ardiansyah mengilas balik bahwa pada masa lalu, mayoritas jembatan dibangun oleh pemerintah pusat menggunakan material kayu ulin yang dikenal sangat kuat.
Namun, tergerus usia dan cuaca ekstrem, jembatan-jembatan bersejarah tersebut kini mulai lapuk dan membahayakan keselamatan warga.
“Waktu itu jembatan dibangun oleh pemerintah pusat menggunakan kayu-kayu yang memang cukup kuat. Tapi seiring waktu, jembatan itu masih ada, namun kondisinya sebagian besar sudah tidak layak dilalui,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Pemkab Kutim mendorong percepatan pembenahan dan modernisasi jembatan lapuk menjadi struktur beton permanen maupun teknologi Aramco guna mengakhiri rasa waswas anak-anak sekolah serta pelaku usaha lokal saat melintas.
Baca juga :Ā Lama Ditunggu, Akhirnya Jembatan Telen Dibangun Tahun ini
Sejalan dengan komitmen Pemkab Kutim, Komandan Kodim (Dandim) 0909/KTM, Letkol Czi Zaenal Abidin, membeberkan progres nyata pengerjaan fisik di lapangan. Melalui sinergi bersama pemda, dari target lima jembatan strategis yang digarap, tiga di antaranya telah rampung 100 persen.
“Sudah ada program lima jembatan yang kami kerjakan. Tiga sudah selesai, dua masih proses,” ungkap Letkol Czi Zaenal Abidin.
Zaenal memaparkan bahwa konstruksi jembatan disesuaikan secara presisi dengan karakteristik medan. Untuk jembatan gantung difungsikan untuk akses penyeberangan warga di Bengalon.
Sementara untuk Jembatan Aramco (Corrugated Steel) diterapkan untuk aliran sungai kecil berarus tenang di Desa Benua Harapan Kecamatan Batu Ampar dan Desa Suka Rahmat Kecamatan Teluk Pandan.
Jembatan Beton Permanen akan dibangun untuk bentang sungai lebar berarus deras, seperti di Suka Damai yang progresnya telah menembus 90 persen, serta di kawasan Martadinata, Teluk Pandan.
Baca juga :Ā Hindari kerusakan jalan, DPRD Dorong Hadirnya Jembatan Timbang
Melalui kolaborasi erat antara Pemkab Kutim dan Kodim 0909/KTM ini, penataan akses antarkawasan tidak hanya memperkokoh keamanan infrastruktur fisik, tetapi juga memperlancar konektivitas pelayanan dasar dan pemerataan ekonomi hingga pelosok Kutai Timur. (Sy/As)






