Wabup Kutim Mahyunadi Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Korsa.id, Sangatta – Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi menegaskan bahwa pelestarian seni dan budaya memiliki arti strategis dalam membangun identitas serta kemajuan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional, Pelatihan Tarsul, dan Pelatihan Seni Teater yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Auditorium Hotel Zenova Royal, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara, Kutim, dan dihadiri oleh jajaran pejabat Disdikbud, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kaltim, Ketua Dewan Kesenian Kaltim, perwakilan perusahaan swasta, serta puluhan pegiat seni dan guru pengampu.
Meskipun acara dikemas secara sederhana, Wabup Mahyunadi, yang hadir langsung di lokasi, menekankan bahwa kegiatan ini memegang peranan yang sangat penting bagi pembentukan karakter masyarakat dan kemajuan kebudayaan di Kutai Timur.
Baca juga :Ā Kadisdikbud Minta Mahasiswa Mampu Melihat Perkembangan Teknologi, Jangan Hanya Jadi Pengguna
“Kelihatannya ini acara seolah-olah menghabiskan anggaran, mempertanggungjawabkan anggaran yang sudah dianggarkan, tapi saya hadir di sini karena bagi saya acara ini penting. Selaku pemerintah, saya wajib menjaga seluruh masyarakat Kutai Timur karena saya ingin menjadikan Kutai Timur yang indah, baik, masyarakatnya makmur, senang, bahagia, dan beraneka ragam,” ujar Mahyunadi.
Ia juga menekankan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, melainkan juga dari sejauh mana warisan budaya leluhur dijaga dan dirawat. Menurutnya, budaya merupakan identitas kebanggaan yang dapat mengangkat citra daerah sekaligus mendatangkan nilai tambah ekonomi.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan melestarikan budayanya. Dengan budaya, kita dikenal. Dengan budaya, kita bisa bangga. Dengan budaya yang lestari, kita bisa mendapatkan income bagi negara,” tambahnya di hadapan para peserta.
Sebelumnya, dalam laporan yang disampaikan oleh Kasi Kebudayaan Disdikbud Kutim, Andi Rosdiana Hafid, S.E., rangkaian kegiatan ini mencakup tiga agenda utama yang disatukan pembukaannya.
Baca juga :Ā Wabup Mahyunadi Dorong Ekonomi dan Pelestarian Sungai Lewat Lomba Mancing Udang Galah
Bimtek Tata Kelola Lembaga Tradisional dijadwalkan berlangsung selama tiga hari (10ā12 September 2026) dengan diikuti oleh 18 perwakilan sanggar seni dan kelembagaan. Sementara itu, Pelatihan Tarsul dan Pelatihan Seni Teater yang menyasar para guru tingkat SD hingga SMA/SMK digelar pada 14ā16 September 2026.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, menambahkan bahwa pelaksanaan pelatihan seni Tarsul dan teater ini terintegrasi langsung dengan upaya penguatan kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran pemerintah saat ini, pihaknya juga telah berinisiatif mengawal 17 proposal bantuan ke tingkat pusat melalui Kementerian Kebudayaan demi mendukung eksistensi lembaga-lembaga seni lokal di Kutai Timur.
Acara pembukaan tersebut kemudian ditandai secara resmi oleh pemukulan gong/pernyataan pembukaan oleh Wakil Bupati Mahyunadi yang dirangkaikan dengan penyerahan plakat kepada para narasumber serta sesi foto bersama dengan seluruh peserta bimtek. (put/As-Adv)






