Disdikpora PPU sebut Pelaksanaan MBG Selama PJJ Berada Diranah Tim Teknis
Korsa.id, Penajam – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara memberlakukan skema Pembelajaran Jarak Jauh bagi seluruh peserta didik apabila kondisi kualitas udara di wilayah tersebut memburuk.
Sebaliknya, proses kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah akan kembali dilaksanakan seperti biasa jika kondisi kualitas udara dinilai sudah membaik dan aman bagi kesehatan para siswa.
Namun, penerapan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya para orang tua murid, terkait keberlanjutan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para peserta didik selama mereka belajar dari rumah.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Muhtar, memberikan penjelasannya. Ia menegaskan bahwa pihak dinas dan satuan pendidikan saat ini hanya berfokus pada imbauan serta pengaturan teknis proses pembelajaran bagi para siswa selama masa Pembelajaran Jarak Jauh berlangsung.
Baca juga :Ā Disnakertrans PPU Luncurkan Program Pelatihan Satpam Bersertifikasi, Gratis!!!
Mengenai mekanisme dan kelangsungan distribusi Program Makan Bergizi Gratis saat siswa tidak berada di sekolah, Muhtar mengungkapkan bahwa hal tersebut sepenuhnya menjadi ranah serta kewenangan dari tim pelaksana teknis program itu sendiri.
“Kalau itu saya kurang tahu apakah tetap berjalan atau tidak, karena itu sudah beda kewenangannya,” kata Muhtar, Senin (28/9/2026).
Pihak kami hanya memberikan imbauan yang berfokus pada kondisi para siswa saja. Sedangkan untuk teknis pelaksanaannya di lapangan, program tersebut memiliki tim pengelola sendiri,” ujar Muhtar.
Pelaksanaan distribusi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis selama Pembelajaran Jarak Jauh memang sangat bergantung pada keberadaan fisik murid di sekolah serta skema penyaluran yang dirancang oleh tim pengelola.
Baca juga :Ā Ratusan Relawan MBG Kini Ditanggung BPJS Kesehatan
Pihak sekolah kini berkoordinasi dengan tim pelaksana untuk memastikan apakah jatah makanan bergizi tetap dibagikan melalui mekanisme tertentu atau ditunda hingga kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali normal.
“Pihak kami hanya memberikan imbauan yang berfokus pada kondisi para siswa saja. Sedangkan untuk teknis pelaksanaannya di lapangan, program tersebut memiliki tim pengelola sendiri,” tutupnya. (Aw/As-Adv)






