Dispora Kutim Dorong Talenta Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Festival Pemuda

Korsa.id, Sangatta – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Basuki Isnawan, menegaskan bahwa Festival Pemuda Kreatif 2025 merupakan bukti konkret bahwa talenta muda lokal mampu menciptakan karya besar dan mengelola event berskala daerah secara mandiri.
Festival yang resmi dibuka Wakil Bupati Kutim Mahyunadi di Alun-alun Bukit Pelangi, Kamis (7/11/2025) malam, menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan ekosistem kreatif di kalangan pemuda.
“Kami bangga melihat Sans Organizer, event organizer lokal, mampu menggarap acara sebesar ini dengan profesional. Ini bukti bahwa investasi pemerintah dalam pemberdayaan talenta lokal benar-benar membuahkan hasil,” tegas Basuki.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival ini bukan sekadar soal hiburan, tetapi bagian dari strategi Dispora Kutim untuk memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak ekonomi kreatif.
“Anak muda Kutim harus diberi ruang untuk menunjukkan karya dan inovasinya. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi, bukan mengambil alih. Karena masa depan kreativitas ada di tangan mereka,” ujar Basuki menambahkan.
Basuki menjelaskan bahwa Festival Pemuda Kreatif tahun ini melibatkan 58 tenant UMKM serta berbagai komunitas seni dan budaya. Sinergi antara pelaku kreatif dan sektor usaha ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata.
Festival ini juga menampilkan berbagai pertunjukan yang memadukan unsur tradisional dan modern, mulai dari Tari Tradisional FDT, Cosplay Parade, hingga aksi panggung K-Pop Cover dari Mr. Dance dan Black Spider Band.
Baca Juga: Dispora Kaltim Minta AFP Lebih Terarah, Profesional dan Berorientasi Pada Hasil
“Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas itu tidak terbatas. Baik seni tradisional maupun modern bisa tumbuh berdampingan, membentuk warna baru dalam budaya Kutai Timur,” ujar Basuki.
Basuki menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim, khususnya dari Wakil Bupati Mahyunadi, menjadi dorongan besar bagi Dispora untuk terus berinovasi menciptakan ruang ekspresi yang sehat bagi generasi muda.
“Dukungan pemerintah ini bukan hanya dalam bentuk fasilitas, tapi juga kepercayaan. Kami ingin setiap anak muda di Kutim percaya bahwa mereka bisa berprestasi di tanah sendiri,” tutup Basuki.
Festival yang akan berlangsung hingga Minggu (9/11/2025) ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas lokal, memperluas jejaring kreatif, dan melahirkan generasi muda yang mandiri serta produktif di era digital.(Adv)






