DesaKutai TimurRagam

Buka Erau Embuang Panas Pelas, Bupati Tegaskan Adat dan Budaya Jadi Rujukan Pembangunan

Korsa.id, Sandaran – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kekayaan adat dan budaya lokal merupakan modal krusial dalam mengawal arah pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat membuka secara resmi ritual adat Belian Kutai Pantun Erau Embuang Panas Pelas di Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran.

Di hadapan ratusan warga, pemangku adat, hingga perwakilan korporasi, Bupati Ardiansyah menyampaikan bahwa tradisi yang dilestarikan secara turun-temurun seperti di Marukangan, Senyiur, hingga Tepian Terap, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan perisai sosial di tengah derasnya arus industri perkebunan, kehutanan, dan pertambangan.

“Kalau adat dan budaya ini bersinggungan terlalu parah dengan kebijakan pemerintah dan pembangunan, itu akan sulit kelanjutannya. Oleh karena itu, hukum adat yang terpelihara sejak dulu bisa menjadi patokan dan rujukan bersama,” ujar Ardiansyah.

Baca juga :Ā DPRD Kutim Turun Tangan Bahas Sengketa Lahan di Sandaran

Sebagai bentuk komitmen nyata, Ardiansyah memaparkan penataan kebudayaan daerah yang mengacu pada rujukan historis Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, yaitu Undang-Undang Panji Selaten sebagai hukum dasar dan Undang-Undang Beraja Niti sebagai aturan terapan masyarakat.

Ia juga bangga sebab Kutai Timur menjadi satu-satunya kabupaten di Kalimantan Timur yang telah membentuk Majelis Adat dan Istiadat Kutai secara resmi. Ke depan, kelembagaan ini akan dibentuk hingga tingkat kecamatan untuk memperkuat posisi pemangku adat lokal.

“Majelis Adat dan Istiadat Kutai Kabupaten nantinya akan menyusun majelis adat di masing-masing kecamatan. Majelis tingkat kecamatan inilah yang nanti akan memilih pemangku adat dan budaya Kutai di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Baca juga :Ā Muhammad Husni Fahruddin Minta Festival Erau Adat Kesultanan Kutai Jadi Agenda Nasional

Menutup arahannya, Bupati mengapresiasi efektivitas hukum adat dalam menyelesaikan sengketa warga secara cepat dan harmonis. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, dan pelaku usaha untuk terus memperkuat sinergi agar kemajuan Kutim tetap berpijak pada nilai-nilai kultural. (Sy/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button