DPRD KaltimKutai TimurPolitik & Sosial

Agus Aras Kuatkan Demokrasi Masyarakat, Bedah Pelaksanaan Pilkada 2024

Korsa.id, Kutim – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), H. Agus Aras, menggelar acara Penguatan Demokrasi Daerah ke-10 dengan mengangkat tema krusial: “Pemilukada Langsung Masalah dan Tantangannya”.

Kegiatan yang diselenggarakan di Gang Syech Yusuf, RT 59, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), pada Selasa (14/10/2025) ini, bertujuan untuk membedah problematik Pilkada langsung di daerah.

Acara yang dipadati puluhan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda ini, menghadirkan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim, Hasan Basri, sebagai narasumber utama untuk menjelaskan seluk-beluk teknis penyelenggaraan Pilkada. Ketua RT 59, Indra, juga turut hadir dalam diskusi.

Dalam paparannya, H. Agus Aras secara tajam mengkritisi berbagai persoalan yang menjadi tantangan utama Pilkada langsung. Ia menyebut tingginya biaya penyelenggaraan dan potensi gesekan sosial sebagai isu-isu yang perlu dicermati.

Baca juga : Sekda Hadiri Rapat Paripurna ke-5 DPRD Kukar, Umumkan Paslon Terpilih Hasil PSU Pilkada 2024

“Kita tahu bersama, dalam pelaksanaan pemilu serentak kemarin banyak hal yang bisa menjadi pembelajaran. Ada daerah yang harus mengulang pemungutan suara, ada juga calon kepala daerah yang melakukan gugatan. Semua ini menunjukkan masih banyak hal yang perlu kita benahi,” ujar H. Agus Aras.

Politisi Partai Demokrat itu menekankan bahwa meskipun sistem Pilkada langsung meningkatkan partisipasi rakyat, hal itu menuntut kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di semua tingkatan.

“Penyelenggara harus benar-benar memahami tugasnya hingga ke tingkat TPS. Mulai dari proses pencoblosan, perhitungan suara, hingga penetapan hasil. Ini membutuhkan SDM yang kompeten dan berintegritas,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahaya mahalnya biaya politik, yang dapat memicu politik transaksional dan pada akhirnya merusak esensi demokrasi. Ia menyerukan agar masyarakat semakin dewasa.

Baca juga : Kolaborasi Pemkab dan KPU Berjalan Baik untuk Sukseskan PSU Pilkada Kukar

“Politik uang dan transaksi suara harus diminimalisir. Demokrasi kita harus terus membaik, dan partisipasi masyarakat juga semakin tinggi,” tegas Agus Aras.

Agus Aras menutup diskusi dengan menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran bersama agar demokrasi yang sehat berakar pada kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab warga negara. Harapannya, mereka yang terpilih kelak benar-benar sosok yang mampu menjalankan amanah rakyat. (Ek/Qad-Adv)

Baca Juga

Back to top button