BeritaKaltimOlahraga

Dispora Kaltim Gagas Pembangunan Venue Khusus Atlet Disabilitas

Korsa.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berkomitmen meningkatkan perhatian bagi atlet disabilitas. Salah satunya dengan menggulirkan wacana pembangunan venue atau arena khusus bagi para atlet difabel di Benua Etam.

Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK), menyebut rencana itu lahir seiring aktifnya NPCI (National Paralympic Committee Indonesia) Kaltim melakukan talent scouting untuk menjaring atlet muda berbakat. Dalam agenda bertema Mendobrak Batas yang digelar di Balikpapan Tennis Stadium pada Maret 2025, NPCI berhasil menjaring 135 pemuda difabel berusia 11–23 tahun dari berbagai daerah di Kaltim.

“Untuk venue, kami sudah ada lokasi yang mungkin bisa dijadikan tempat talent scouting. Nanti juga bisa dikoordinasikan dengan KONI Kaltim. Wacana ini tentu harus terus diupayakan agar para atlet disabilitas bisa fokus berlatih,” jelas AHK di Gedung Kadrie Oening Tower, Samarinda.

Menurutnya, keberadaan venue khusus ini sangat penting sebagai modal pembinaan jangka panjang. Saat ini Kaltim memiliki lebih dari 300 atlet disabilitas yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Mereka terbukti mampu mengharumkan daerah, seperti pada Peparnas XVII 2024 di Solo dengan torehan 38 medali (7 emas, 13 perak, 18 perunggu), sehingga Kaltim naik peringkat ke-13 nasional.

Dispora juga tengah mengkaji konsep pembinaan yang lebih sistematis, termasuk kemungkinan membentuk SKOI (Sekolah Khusus Olahragawan Indonesia) Kaltim atau bahkan SKODI (Sekolah Khusus Olahragawan Disabilitas Indonesia). Selain itu, opsi lain adalah menghadirkan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) untuk atlet difabel.

“Masih dalam tahap pembahasan, tapi intinya ada rencana membuat akademi pembinaan khusus. Semua ini untuk memberi ruang lebih besar bagi atlet disabilitas berkembang,” kata Agus.

Ia menegaskan, NPCI juga perlu memperkuat koordinasi dengan dinas lain seperti Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Sosial (Dinsos), agar program pembibitan berjalan terpadu. Selain itu, persoalan aset dan lahan latihan akan dikoordinasikan dengan BPKAD.

“Intinya wacana ini harus diwujudkan. Lahan kita banyak, tinggal koordinasi lintas instansi. Ini bukan mimpi, tapi kebutuhan nyata untuk mendukung atlet difabel Kaltim,” tutup AHK.(Adv)

Baca Juga

Back to top button