BeritaKaltimOlahraga

Dispora Kaltim Komitmen Cetak Atlet Disabilitas Raih Prestasi Tanpa Batas

Korsa.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menegaskan komitmennya dalam mencetak atlet disabilitas berprestasi. Langkah ini sejalan dengan semangat kesetaraan dan inklusivitas yang ditekankan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dispora Kaltim AA Bagus Surya Saputra Sugiarta mengatakan, perhatian terhadap atlet disabilitas bukan hanya simbolis, melainkan aksi nyata pemerintah daerah dalam memberikan ruang pembinaan.

“Tentu saja kami sangat respect terhadap olahraga penyandang disabilitas. Ini adalah amanat RPJMN yang menekankan kesetaraan, baik bagi atlet disabilitas maupun non-disabilitas,” ujar Bagus di Kantor Dispora Kaltim, Gedung Kadrie Oening Tower, Samarinda, Kamis (24/7/2025).

Komitmen tersebut terbukti lewat capaian atlet Kaltim pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Solo, dengan raihan 38 medali, terdiri dari 7 emas, 13 perak, dan 18 perunggu.

Bagus menjelaskan, pembinaan atlet disabilitas dilakukan melalui kemitraan strategis dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kaltim, yang menaungi olahraga penyandang disabilitas. NPCI berperan melakukan pelatihan, manajemen, hingga pencatatan administrasi atlet.

“Dispora tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menyiapkan pelatih yang kompeten. Monitoring perkembangan atlet dilakukan secara intensif agar siap tampil di kompetisi nasional maupun internasional,” tambahnya.

Dispora bersama NPCI juga menjalankan program penjaringan dan identifikasi calon atlet disabilitas sejak dini. Pendataan dilakukan hingga ke 10 kabupaten/kota di Kaltim, melibatkan sekolah luar biasa (SLB) dan komunitas disabilitas.

“Kesempatan berprestasi terbuka lebar untuk semua, termasuk atlet disabilitas. Mereka punya potensi luar biasa, dan kami siap mendampingi perjalanan mereka,” tegas Bagus.

Dispora berharap kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat memperkuat ekosistem olahraga inklusif. Dengan demikian, semakin banyak atlet disabilitas asal Kaltim yang mampu mencetak prestasi membanggakan di level nasional hingga internasional.(Adv)

Baca Juga

Back to top button