Diskominfo KutimKutai Timur

Pemkab Kutim Dorong SDM Konstruksi Lokal Naik Kelas Lewat Sertifikasi Kompetensi

Korsa.id, Sangatta – Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi di Kutai Timur (Kutim) terus diperkuat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Sosialisasi Sub Urusan Jasa Konstruksi dan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi TA 2025 di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan daerah berjalan dengan standar keamanan, mutu, dan kepatuhan regulasi.

Plt Kepala DPUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menyampaikan bahwa sektor jasa konstruksi masih menghadapi berbagai persoalan, khususnya terkait status kependudukan para pekerja.

“Masih banyak pekerja konstruksi yang belum ber-KTP Kutim. Selama ini kita mengatasinya dengan surat domisili lima tahun. Mereka sebenarnya sudah menetap lama, hanya saja KTP masih dari daerah asal,” ungkapnya.

Joni memaparkan progres sertifikasi SDM konstruksi selama satu dekade terakhir. Dari 1.228 pendaftar jenjang operator dan teknis, 1.116 tenaga kerja dikonfirmasi telah tersertifikasi. Sementara untuk jenjang tenaga ahli, 118 orang lulus dari 188 peserta.

Baca juga : Arfan Soroti Minimnya Serapan Anggaran PUPR dan Perkim di 2023

Namun, capaian tahunan masih jauh dari ideal. Tahun 2024 misalnya, rasio sertifikasi baru menyentuh 1,66 persen. Karena itu, menurut Joni, percepatan pelatihan dan pemberkasan peserta perlu digencarkan agar pada 2029 minimal 50 persen tenaga kerja konstruksi di Kutim telah bersertifikat.

“Peserta jenjang dasar masih banyak terkendala urusan administrasi. Maka dari itu, kami lakukan pendekatan jemput bola, turun langsung membantu prosesnya,” tambah Joni.

Ia berharap semakin banyak pekerja lokal yang mengantongi sertifikat agar bisa terserap lebih besar dalam proyek-proyek daerah.

Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang), Noviari Noor, yang hadir mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.

Baca juga : Dinas PUPR Tagih 14 Kontraktor yang Kelebihan Bayar

Dalam sambutannya, Noviari menekankan bahwa penguatan kompetensi SDM konstruksi lokal merupakan kebutuhan mendesak.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap semakin banyak tenaga kerja konstruksi lokal yang kompeten, tersertifikasi, dan mampu mendukung kualitas pembangunan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingginya jumlah tenaga kerja bersertifikat akan berdampak langsung pada penyerapan tenaga lokal dalam berbagai proyek infrastruktur. Selain itu, peningkatan kapasitas tersebut juga dapat mengangkat reputasi pelaku usaha jasa konstruksi lokal.

“Dengan kemampuan yang lebih profesional dan kredibel, pelaku jasa konstruksi kita akan makin berdaya saing,” ujarnya.

Baca juga : Kementerian PUPR beri Bantuan Stimulan Perumahaan, Kutim Dapat 1.500 Unit

Noviari optimistis, pembinaan yang konsisten dan proses sertifikasi yang berkesinambungan akan memperkuat tata kelola pembangunan di Kutim.

“Hasil akhirnya tentu meningkatkan kepercayaan investor, serta menghadirkan infrastruktur yang aman, tertib, dan berkualitas demi mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan,” tutupnya. (An/Qad-Adv)

Baca Juga

Back to top button