DPRD Tegaskan Jalan Tol Samarinda-Bontang Masuk Program Prioritas Gubernur Kaltim
Korsa.id, Samarinda – Proyek pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang yang sejak lama dicetuskan kini kembali menjadi sorotan. Keraguan masyarakat apakah proyek strategis ini akan benar-benar terealisasi atau hanya menjadi wacana dijawab oleh Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras.
Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, rencana tersebut sudah menjadi prioritas utama Pemprov Kaltim, dan berbagai kendala teknis yang sempat menghambat kini sedang diatasi.
“Dalam pelaksanaannya berbagai persoalan-persoalan teknis hadir sehingga agak terlambat realisasinya. Tetapi saat ini kan Gubernur Kalimantan Timur sudah memasukkan pembangunan jalan tol menjadi salah satu yang menjadi prioritas,” ungkapnya.
Agus Aras menekankan bahwa kehadiran jalan tol ini adalah jawaban mendesak terhadap tingginya aktivitas kendaraan, khususnya menuju wilayah utara Kaltim (Bontang, Kutai Timur, dan Berau). Jalan Nasional yang ada saat ini sudah tidak memadai dan menjadi satu-satunya jalur vital yang padat.
“Karena kita melihat saat ini frekuensi kendaraan yang melintasi jalan nasional kita yang khususnya ruas wilayah Samarinda, Bontang, Kutai Timur, dan ke utara itu memang sangat tinggi dan padat. Sehingga sudah saatnya memang jalan tol itu ada,” tuturnya.
Pembiayaan pembangunan ini, lanjut Agus, akan diserahkan penuh kepada pemerintah, baik dari pusat maupun provinsi, menunjukkan keseriusan agar proyek ini segera terwujud.
Legislator Kaltim Dapil Bontang, Kutai Timur, dan Berau ini mengungkapkan bahwa keraguan dan pertanyaan mengenai realisasi Tol Samarinda-Bontang adalah aspirasi teratas yang ia dengar selama masa reses awal Juli 2025.
Baca juga : Info Jalan Poros Bontang Samarinda Ditutup
“Setiap saat kami turun ke masyarakat termasuk reses, masyarakat ada yang menanyakan terkait dengan pekerjaan jalan tol Samarinda Bontang,” imbuhnya.
Kehadiran tol ini tidak hanya berdampak pada efisiensi waktu, tetapi juga pada keselamatan publik. Saat ini, jalan nasional sering mengalami kecelakaan tunggal yang melibatkan angkutan alat berat yang tidak kuat menaiki tanjakan di jalan yang bergunung-gunung. (Put/Qad-Adv)






