Bupati Kutim Rencanakan Nobar G30S/PKI Sebagai Edukasi Sejarah bagi Pelajar
Korsa.id, Sangtta – Upaya menanamkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Di bawah komando Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Pemkab Kutim tengah mematangkan rencana kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter sejarah peristiwa G30S/PKI yang ditargetkan khusus bagi para pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga masyarakat luas.
Rencana strategis ini mengemuka usai Bupati Ardiansyah menggelar rapat rutin bersama Ketua DPRD Jimmi, Kepala Kesbangpol Tejo Yuwono, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pertemuan penting tersebut dilangsungkan di Ruang Lounge Perwira, Lanal Sangatta, pada Selasa (22/09/2026).
Jika tidak ada aral melintang, agenda pemutaran film dokumenter ini rencananya akan dihelat di Gedung Serba Guna (GSG) Sangatta pada tanggal 30 September mendatang. Kendati demikian, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa gagasan ini masih dalam tahap penggodokan dan penyesuaian materi agar benar-benar tepat sasaran.
Baca juga : Selamat Memperingati Peristiwa G30S/PKI
“Ini masih baru rencana yang nanti akan kita matangkan, jadi atau tidaknya mungkin nanti kita lihat dulu. Karena kita akan melihat film-film dokumenter yang mungkin bisa kita gunakan nantinya,” kata Bupati Ardiansyah.
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Kutim ini menekankan bahwa pemahaman sejarah bangsa, khususnya mengenai jejak gerakan komunisme di Indonesia, merupakan hal krusial yang harus diberikan kepada anak-anak sejak dini.
Lebih lanjut, ruang lingkup edukasi sejarah ini tidak hanya berfokus pada peristiwa tahun 1965 saja, melainkan turut menyoroti rekam jejak dinamika politik serta perjuangan para tokoh ulama pada tahun 1948, khususnya di wilayah Jawa Timur.
“Generasi muda harus paham tentang sejarah, salah satunya G30 ini,” tuturnya.
Baca juga : Ekti Imanuel Hadiri Penutupan Padel Tournament Dalam Rangka HUT TNI
Melalui inisiatif penayangan film dokumenter sejarah ini, Pemkab Kutim berharap dapat menghadirkan ruang edukasi berbasis fakta yang objektif.
Tujuannya jelas, membentuk karakter generasi muda yang cerdas secara historis serta menumbuhkan rasa hormat dan penghargaan mendalam terhadap perjuangan para pahlawan bangsa. (Put/As-Adv)






