Ribuan Anak Padati Masjid Agung, Manasik Haji Akbar 2025 Pecahkan Rekor di Kutim

Korsa.id, Sangatta – Lembaran baru tercatat dalam sejarah pendidikan anak usia dini di Kutai Timur (Kutim). Rabu (5/11/2025), sebanyak 3.500 anak dari 49 lembaga PAUD meliputi TK, RA, dan SPS memadati Lapangan Ka’bah Masjid Agung Al-Faruq Sangatta. Kegiatan Manasik Haji Akbar yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kutim bersama Disdikbud Kutim ini resmi memecahkan rekor partisipasi terbanyak di daerah, bahkan disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan manasik di Kutim.
Ketua Panitia, Elvyana Susanti, tak menutupi rasa bangganya. Ia menyebut, antusiasme tahun ini meningkat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini kita melibatkan 3.500 siswa, naik lebih dari 30 persen dari tahun lalu. Ini angka tertinggi sepanjang pelaksanaan manasik di Kutim setara dengan skala MURI daerah,” ujarnya penuh semangat.
Lonjakan peserta ini menjadi bukti nyata besarnya minat masyarakat terhadap pembelajaran nilai-nilai keislaman sejak dini. Tak kurang dari 350 guru pendamping ikut serta mengawal jalannya kegiatan, memastikan ribuan “jamaah cilik” itu menjalankan setiap rukun haji secara simbolik, mulai dari mengenakan ihram, tawaf, hingga sai dengan tertib dan gembira.
Di tengah teriknya matahari, ribuan anak itu tetap antusias mengenakan pakaian putih layaknya calon jamaah haji sungguhan. Tawa dan lantunan talbiyah menggema di sekitar area lapangan, menciptakan pemandangan penuh makna perpaduan antara pendidikan, ibadah, dan kegembiraan masa kecil.
Baca Juga: Manasik Haji Akbar Jadi Momentum Bupati Kutim Gaungkan Wajib Belajar 13 Tahun
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, yang menilai pelaksanaan manasik akbar bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi juga sarana penanaman karakter, kedisiplinan, dan nilai spiritual sejak usia dini. “Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar mengenal rukun Islam kelima sambil menumbuhkan rasa cinta terhadap agama dan kebersamaan,” tuturnya dalam kesempatan terpisah.
Manasik Haji Akbar 2025 menjadi simbol kebangkitan pendidikan karakter di Kutim, sekaligus refleksi kuatnya kolaborasi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat. Keberhasilan ini juga sejalan dengan program strategis daerah seperti Wajib Belajar 13 Tahun, Beasiswa Hafidz, dan Program UMMI yang terus didorong Pemkab Kutim untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Dengan capaian fantastis 3.500 peserta, Kutim kini menorehkan “rekor muri lokal” sebuah prestasi inspiratif yang menunjukkan bahwa dari bumi etam, semangat religius dan pendidikan bisa berpadu menghasilkan sejarah.(Adv)






