Berita

Pemkab Kutim Dorong Akses Modal bagi UMKM

Korsa.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai memperkuat pengembangan sektor ekonomi masyarakat melalui dukungan permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan sekaligus memperluas pemerataan ekonomi.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, penguatan UMKM menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah. Pemerintah tidak hanya berfokus pada sektor ekstraktif, tetapi juga ingin membuka lebih banyak peluang usaha yang dapat berkembang langsung di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ardiansyah usai menghadiri sidang paripurna DPRD Kutim dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kutim, Kamis (8/10/2026).

“Transformasi ekonomi ini selain berinovasi dengan berbagai macam program, kita juga ingin pemerataan ekonomi itu menjadi bagian yang bisa merasuk ke sendi-sendi pondasi masyarakat,” kata Ardiansyah.

Ia menjelaskan, program penguatan permodalan bagi pelaku UMKM telah diluncurkan pada tahun ini. Melalui dukungan tersebut, pemerintah berharap para pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usahanya dan meningkatkan aktivitas ekonomi di lingkungan masing-masing.

Menurut Ardiansyah, semakin berkembang usaha masyarakat, semakin terbuka pula peluang terciptanya pemerataan kesejahteraan. Karena itu, transformasi ekonomi harus melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

“Semakin kuat aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat, makin besar pula peluang terciptanya pemerataan kesejahteraan. Karena itu, transformasi ekonomi tidak hanya diarahkan pada munculnya sektor-sektor baru, tetapi juga memastikan masyarakat menjadi bagian dari proses tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Ardiansyah turut menyinggung kondisi sektor pertambangan batu bara yang masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kutim. Ia menyebut, Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara pada tahun ini mulai kembali normal setelah sebelumnya mengalami pengurangan produksi.

Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun mendatang.

“Kita berharap tahun depan kembali normal, karena memang pertumbuhan kita sekarang ini masih dominasi sektor tambang batu bara dan penggalian lainnya,” tambahnya.

Meski sektor pertambangan masih memiliki kontribusi besar, Pemkab Kutim tetap berupaya menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi alternatif. Pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata dan sektor usaha lainnya diharapkan bisa berjalan beriringan dengan kegiatan pertambangan.

Dengan demikian, perekonomian daerah memiliki lebih banyak penopang dan tidak hanya bergantung pada satu sektor usaha.

Ardiansyah menilai, berkembangnya berbagai usaha masyarakat menjadi salah satu tanda bahwa keterlibatan masyarakat dalam pembangunan ekonomi mulai semakin terbuka.

“Dengan menggeliatnya pertumbuhan ekonomi melalui pelaku UMKM, ekonomi kreatif dan sebagianya tersebut, menunjukkan masyarakat mulai mengambil bagian dalam aktivitas pembangunan dan perekonomian daerah,” katanya.

Melalui dukungan permodalan dan pengembangan berbagai sektor usaha tersebut, Pemkab Kutim berharap UMKM dapat tumbuh lebih kuat, membuka peluang ekonomi baru, serta memberikan dampak yang lebih merata bagi kesejahteraan masyarakat.(Put/Ak/As)

Baca Juga

Back to top button