DesaDPRD KaltimPaser

Andi Faisal Assegaf Dorong Masyarakat Menjadi Subjek bukan Objek Politik

Korsa.id, Paser – Desa Gunung Putar, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, menjadi pusat pendidikan politik. Anggota Komisi I DPRD Kaltim, H. Andi Faisal Assegaf, menggelar Penguatan Demokrasi Daerah ke-9 pada Senin (6/10/2025), fokus menanamkan nilai demokrasi dan partisipasi hingga ke tingkat akar rumput.

Acara di Balai Desa ini dihadiri puluhan warga, tokoh masyarakat, dan perangkat desa, membuktikan antusiasme warga untuk menjadi bagian aktif dalam proses politik.

Andi Faisal Assegaf menegaskan bahwa desa adalah ruang ideal untuk menumbuhkan demokrasi. “Demokrasi harus tumbuh dari bawah. Dari desa seperti Gunung Putar inilah semangat partisipasi warga dan gotong royong bisa dijadikan fondasi demokrasi yang kokoh,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga desa harus menjadi subjek, bukan objek politik, dan didorong untuk kritis namun santun.

Baca juga : Dispora Kaltim Akan Pertandingkan 14 Cabor di POPDA 2025 Penajam Paser Utara

Sementara itu, narasumber dari Kesbangpol Paser, Achmad Hartono, menyoroti pentingnya literasi, “Literasi politik menjadi benteng terhadap disinformasi dan politik uang. Semakin masyarakat memahami proses politik, semakin kuat pula demokrasi kita di tingkat lokal,” bebernya.

Senada, praktisi hukum Hendri Sutrisno menekankan peran pemuda sebagai penjaga masa depan demokrasi. Ia juga mengingatkan bahwa demokrasi harus berlandaskan hukum dan moralitas untuk meminimalkan konflik.

Diskusi hangat menyoroti isu-isu lokal seperti transparansi anggaran desa dan peran perempuan. Menutup acara, Andi Faisal Assegaf memberikan pesan inspiratif.

Baca juga : Pemerintah Pusat Luncurkan Program Makan Siang Gratis Di Penajam Paser Utara

“Demokrasi bukan milik elit, tapi milik rakyat. Mari kita rawat dengan musyawarah, kejujuran, dan rasa saling menghormati,” pungkasnya. (Put/Qad-Adv)

Back to top button