
Korsa.id, Samarinda – <span;>Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah merancang pembangunan arena panjat tebing berstandar internasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembinaan olahraga di Benua Etam. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan atlet lokal sekaligus membuka peluang lahirnya rekor baru di level dunia.
Koordinator Perencanaan Dispora Kaltim, Ahmad Juanda, menegaskan bahwa sarana sesuai standar global sangat penting agar prestasi atlet diakui secara resmi di kancah internasional.
“Kalau fasilitas tidak sesuai standar global, maka rekor atlet bisa tidak diakui. Hal ini tentu sangat merugikan karena bisa menutup peluang prestasi Kaltim di kejuaraan besar,” jelas Juanda.
Selain menunjang kebutuhan latihan, Dispora Kaltim menilai fasilitas ini juga bisa menjadikan provinsi tuan rumah ajang panjat tebing berskala nasional hingga internasional.
“Bayangkan jika rekor dunia tercipta di Kaltim. Itu akan jadi kebanggaan besar sekaligus mengangkat pamor daerah di mata dunia,” ujarnya.
Dispora menekankan, pembangunan tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga menyangkut keberlanjutan pembinaan atlet serta keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan fasilitas. Menurut Juanda, arena baru ini diharapkan menarik minat generasi muda untuk terjun ke olahraga panjat tebing sejak dini.
“Kita ingin fasilitas ini benar-benar hidup dan bermanfaat jangka panjang. Tidak hanya untuk atlet berlatih, tapi juga bagi masyarakat yang ingin mengasah keterampilan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dispora menggandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kaltim dalam peningkatan kualitas atlet. Apalagi, pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut lalu, atlet panjat tebing Kaltim berhasil menyumbangkan medali perunggu.
Dengan kehadiran fasilitas baru ini, Dispora optimistis Kaltim mampu mencetak lebih banyak bibit unggul di cabang panjat tebing, sekaligus memperkuat tradisi prestasi olahraga di masa depan.
“Kami ingin fasilitas ini menjadi titik tumbuh budaya olahraga di Kaltim, khususnya panjat tebing yang menantang fisik dan mental,” pungkas Juanda. (Adv)






